Lubukbasung, kaba12.com — Dinas Sosial Agam intensifkan berbagai kegiatan dan forum diskusi untuk membedah berbagai program dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Secara khusus Dinsos Agam sengaja menggelar berbagai forum diskusi untuk mengevaluasi program- program strategis yang bermuara upaya mengoptimalkan kegiatan di lapangan.
Seperti halnya pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) yang khusus digelar Dinsos Agam bersama pendamping sosial PKH dan unsur terkait lain yang diyakini akan menjadi acuan dalam mendorong percepatan terealisasinya target kegiatan.
Kepala Dinas Sosial Agam Kurniawan Syahputra didampingi Kabid.Linjamsos Dinsos Agam Arfi Yunanda menyebutkan, program P2K2 merupakan sebuah intervensi untuk proses belajar secara terstruktur untuk memperkuat terjadinya perubahan perilaku pada Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan KPM-PKH.
Disebutkan, perubahan perilaku yang diberikan kepada peserta KPM PKH merupakan proses belajar untuk meningkatkan keterampilan masyarakat miskin yang disampaikan melalui pertemuan kelompok bulanan oleh Pendamping Sosial PKH.
Sasarannya, sebut Kurniawan Syahputra, untuk peningkatan pengetahuan praktis mengenai kesehatan, pendidikan,pengasuhan, ekonomi, perlindungan anak, meningkatkan pemahaman keluarga PKH mengenai kondisi, kebutuhan dan perawatan yang dibutuhkan lansia dan orang dengan disabilitas berat.
Disisi lain, juga untuk membangun kesadaran peserta PKH terhadap pentingnya pemenuhan kewajiban dalam bidang kesehatan dan pendidikan dalam PKH dengan menjaga dan memperkuat perubahan perilaku positif terkait pendidikan dan pengasuhan, kesehatan, ekonomi dan perlindungan anak.
“Yang lebih penting dapat meningkatkan kemampuan KPM PKH untuk mengenali potensi dan sumber daya yang ada pada diri dan lingkungannya agar dapat diakses, untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, ” sebut Kadinas Sosial Agam itu.
Ditambahkan, dalam forum P2K2 tidak semata hanya pemberian materi saja, tetapi ada kegiatan diskusi kelompok, menonton film, diselingi dengan permainan agar peserta tidak jenuh dan lebih semangat dalam mengikuti kegiatan.

Disisi lain, Kurniawan Syahputra berharap, para pendamping sosial PKH harus dapat menciptakan suasana nyaman dan menyenangkan.
Pasalnya kegiatan P2K2 ini dapat dilaksanakan dimana saja, baik di rumah atau di halaman rumah peserta PKH, lahan kosong yang terbuka, dan sebagainya, namun harus tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan peserta, sehingga materi dapat tersampaikan dengan baik.
Ditegaskan, ujung tombak keberhasilan program PKH dapat dilihat melalui kegiatan Family Development Session (FDS) atau Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2).
Ditegaskan Kurniawan Syahputra, pihaknya menginstruksikan seluruh pendamping sosial supaya KPM PKH Kabupaten Agam membuat ciri khas atau spesifik KPM PKH Kabupaten Agam dengan tanaman tanaman / dapur hidup dalam polybag sebanyak 10 polybag di masing-masing rumah KPM minimal 2 atau 3 jenis tanaman seperti cabe, terong seledri dan bumbu masak lainnya, sehingga tidak perlu lagi KPM membeli bumbu masak ke warung atau ke pasar.
Dengan spesifik tersebut, maka hasil dari kegiatan pertemuan peningkatan kemampuan keluarga (P2K2) terlihat nyata ditengah masyarakat, tidak semata didorong oleh bantuan tunai , namun juga karena kesadaran manfaat potensi dan sumber yang ada di lingkungannya baik untuk keluarganya sendiri maupun untuk masyarakat dilingkungannya.
Dengan dikenalinya potensi dan sumber yang ada pada diri dan lingkungan KPM PKH, diharapkan, ada peningkatan potensi pemberdayaan pada diri KPM PKH, sehingga bisa mandiri dan atas kesadaran sendiri bisa keluar dari KPM PKH,” penekanan seperti menjadi target pendamping sosial PKH, untuk mendorong kemandirian pada peserta KPM PKH,” tegas Kadinas Sosial Agam itu.
Dia mengaku optimis, dengan dorongan, intensifitas pembinaan, serta aplikasi langsung di lapangan target kemandirian itu akan bisa terlaksana dengan baik.
HARMEN
