Dandim 0304/Agam Resmikan Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Jorong Paraman

Agam, KABA12 — Dandim 0304/Agam, Letkol Inf Viko Hendrika Sandro, S.I.P., M.Si., resmikan Jembatan Perintis Garuda (Jembatan Gantung) yang berlokasi di Jorong Paraman, Nagari Sipinang, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Kamis (16/07).

Dalam sambutannya, Dandim 0304/Agam Letkol Inf. Viko Hendrika Sandro, mengatakan, pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan hasil sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar wilayah, memperlancar aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap jembatan ini menjadi penggerak kemajuan Nagari Sipinang. Mari bersama-sama menjaga dan merawatnya agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Nagari Sipinang, Hendri Gunawan, menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran TNI yang telah bekerja dengan penuh dedikasi membangun kembali akses penghubung masyarakat. Ia menilai kehadiran TNI tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Apresiasi serupa disampaikan tokoh masyarakat Elyas Efendi. Menurutnya, kerja keras personil TNI dalam membangun jembatan serta kedekatan mereka dengan masyarakat menjadi bukti nyata pengabdian kepada rakyat.

Bupati Agam, melalui Kepala Dinas PUPR, Afrizon, mengungkapkan, Jembatan Perintis Garuda merupakan salah satu jembatan gantung terpanjang di Kabupaten Agam. Pemerintah Kabupaten Agam memberikan penghargaan kepada jajaran TNI atas kontribusinya dalam menghadirkan infrastruktur yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Peresmian Jembatan Perintis Garuda diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat Jorong Paraman dan sekitarnya, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan wilayah.

Peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat.

(Ophik)

0Shares