Lubukbasung, kaba12.com — Cuaca ekstrem yang beberapa pekan belakangan melanda wilayah kabupaten Agam berdampak terhadap aktivitas masyarakat. Bahkan di beberapa wilayah kabupaten Agam terjadi musibah yang berpengaruh terhadap aktivitas masyarakat, tidak hanya musibah longsor, bahkan ada warga yang ikut menjadi korban.
Himbauan itu disampaikan ketua DPRD Agam Novi Irwan, menyikapai kondisi cuaca beberapa ekstrem beberapa waktu belakangan, dengan intensitas hujan yang cukup tinggi, ditambah tekanan angin yang cukup kencang, berdampak terhadap masyarakat.

Disebutkan Novi Irwan, wilayah kabupaten Agam yang dikenal rawan terjadi bencana, apalagi jika curah hujan tinggi, baik musibah banjir, tanah longsor, luapan air serta potensi lain, meng- haruskan masyarakat untuk selalu bersikap waspada, “ jika cuaca berubah, masyarakat diminta tidak tidak beraktivitas di luar ruangan, “ himbaunya.
Ketua DPRD Agam itu mengaku prihatin, dengan serangkaian musibah yang terjadi di kabupaten Agam, terutama ambruknya kelok 10 di ruas jalan kelok 44 yang membuat jalur jalan Lubukbasung-Bukittinggi ditutup total, sehingga masyarakat yang akan bertolak ke Bukittinggi dari Lubukbasung atau sebaliknya harus mencari jalur alternative dengan jarak yang bertambah panjang.
Kemudian musibah banjir dan tanah longsor di kecamatan Tanjung Mutiara dan Lubukbasung serta beberapa kawasan lain, yang dipicu tingginya curah hujan di wilayah kabupaten Agam, “ kami himbau masyarakat untuk selalu waspada, untuk menekan dampak yang lebih buruk, “ ulasnya.
Disisi lain, ketua DPRD Agam Novi Irwan berharap, seluruh elemen yang terlibat dalam penanggulangan bencana, bisa bergerak cepat untuk membantu penanganan pasca terjadinya bencana, sehingga dampak yang dialami masyarakat tidak berkepanjangan.
HARMEN