Maninjau,kaba12 — Dampak serangkaian terjangan banjir bandang yang menghantam kawasan Muaro Pisang, Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau,Kecamatan Tanjung Raya memicu dampak luar biasa.
Selain,bertambahnya jumlah pengungsi mengingat banyaknya rumah warga yang terdampak bahkan mengalami kerusakan serius akibat tertimbun material galodo, menutup akses jalan ruas Lubukbasung-Bukittinggi, bahkan membuat kompleks rumah tahanan Lapas Maninjau terancam, karena pembentukan aliran sungai baru akibat banjir bandang yang tepat di depan kompleks bangunan lapas itu.

Tak hanya itu, kawasan pemukiman dan perkantoran yang berada di kawasan itu sampai ke jalur simpang Pasar Maninjau, baik kompleks SMAN 1 Maninjau, Polsek Tanjung Raya bahkan kantor camat Tanjung Raya, ikut dibayangi ancaman tumpahan material banjir bandang, karena alur sungai yang berhulu di kawasan pebukitan di ruas kelok 25 makin banyak cabangnya, sampai memuntahkan material di kelok 1.
Bahkan, saat berita ini ditayangkan warga di kawasan Tanjung Raya, khususnya di berbagai titik rawan banjir bandang susulan baik di Jorong Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, kawasan Sungai Batang, dan berbagai nagari lain, masih dihantui kecemasan, karena curah hujan yang masih tinggi.

Kondisi itu disebutkan Roza Syefridianti, Kadinas Kominfo Agam yang menyebut, dampak banjir bandang susulan yang terjadi sepanjang Rabu ,(31/12/2025) malam hingga Kamis, (1/1/2026) sore, mengharuskan 428 warga mengungsi, setelah terjadi penambahan jumlah rumah yang rusak berat dan terancam.
Disebutkan, dampak banjir susulan selain memutuskan akses jalan ruas Lubukbasung – Bukititnggi di kawasan Pasar Maninjau dan Muaro Pisang, juga menyebabkan pembentukan alian sungai baru, salah satu mengarah ke kompleks Lapas Maninjau, “alat berat sudah dikerahkan untuk pembersihan material galodo di kawasan itu, “sebutnya.

Dijelaskankan, jumlah pengungsi di Nagari Maninjau juga bertambah, dari sebelumnya 100 KK atau 314 jiwa, menjadi 160 KK atau sebanyak 314 jiwa yang saat ini sudah ditangani dengan baik oleh posko penanganan dampak bencana Tanjung Raya.

Kadinas Kominfo Agam itu menyebutkan, sesuai instruksi Bupati Agam, penanganan warga terdampak dan proses pembersihan material galodo menjadi prioritas penting, terutama untuk membuka akses jalan dan antisipasi dampak lebih besar, termasuk di area depan kompleks Lapas Maninjau, yang terbentuk aliran sungai baru persis di samping kantor BRI lama.
(HARMEN)