Lubukbasung, kaba12 — Dampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam semakin luar biasa. Data terkini yang dilansir Diskominfo Agam, mencatat jumlah korban meninggal yang berhasil ditemukan tim SAR Gabungan masih terus bertambah.
Kamis, (4/12), tercatat sebanyak 171 orang ditemukan meninggal, 31 orang diantaranya belum teridentifikasi, sementara jumlah korban yang terdata dan dinyatakan hilang mencapai 85 orang yang hingga kini masih dalam proses pencarian. Sementara 33 orang korban yang ditemukan selamat, masih dalam perawatan intensif di beberapa rumah sakit.
Sementara, total kerugian dampak bencana besar dalam sejarah Kabupaten Agam, mencapai lebih dari Rp.626 Miliar, yang merusak berbagai infrastruktur diantaranya jembatan sebanyak 26 titik ( 9 diantaranya sudah diperbaiki), jalan rusak 37 titik, 11 tempat ibadah, 108 sekolah, termasuk ribuan rumah penduduk,areal pertanian, hewan ternak dan sarana usaha.

Selain itu,dampak kerusakan yang terjadi menyebabkan 11.632 warga mengungsi di berbagai lokasi, dengan total warag terdampak dan masih terisolasi sebanyak 21.523 orang, yang saat ini masih terus diupayakan oleh tim gabungan penanganan dampak bencana untuk mengatasi di berbagai wilayah, terutama pembersihan material longsor, membangun jembatan darurat dan berbagai upaya lain.
Seperti dijelaskan Roza Syefridianti, Kadinas Kominfo Agam, data jumlah korban meninggal yang mencapai 171 orang itu, merupakan perkembangan hasil pencarian yang masih terus dilakukan oleh tim gabungan, khususnya di kawasan terdampak di 4 Jorong dalam Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, termasuk di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak dan di Kecamatan Tanjung Raya.

Sementara, beberapa akses jalan yang beberapa hari terakhir terputus akibat longsor, terutama jalur Lubukbasung-Maninjau-Matur-IV Koto-Banuhampu, sudah bisa diakses Kamis, (4/12), setelah dilakukan proses pembersihan menggunakan berbagai sarana pendukung yang dibantu masyarakat dengan gotong-royong.

“Alhamdulillah, secara bertahap, beberapa ruas vital yang memutus akses jalan sudah bisa ditembus kendaraan, namun warga harus tetap berhati-hati, karena kondisi jalan masih relative rawan karena banyak jalur yang masih basah dan berlumpur, “sebut Kadinas Kominfo Agam itu
(HARMEN)
