Dampak Banjir Lahar Dingin Marapi,Agam 14 Meninggal, Tanah Datar : 8 Meninggal,9 Hilang

Lubukbasung,kaba12 — Dampak banjir bandang lahar dingin yang ditengarai bersumber dari aliran sungai di puncak Gunung Marapi Sabtu malam betul-betul dahsyat. Tiga daerah dilaporkan terdampak cukup parah, masing-masing Kabupaten Agam, Tanah Datar dan Kota Padang Panjang.

Di ketiga daerah, tidak hanya menyebabkan korban jiwa, banjir bandang dahsyat itu juga menyebabkan ratusan rumah rusak, berbagai sarana infratruktur handur, puluhan kendaraan hanyut , bahkan banyak ruas jalan yang terputus diterjang banjir.

Data sementara yang diperoleh kaba12 dari Tanah Datar menyebutkan, ruasjalan di Batusangkar- Simpang Manunggal Lima Kaum putus bahkan akses ke Batusangkar putus total hanya bisa lewat ke jalan Talago Gunung Balimbiang tembus ke Saruaso, karena ada 8 jembatan yang putus.

Sementara warga ditemukan meninggal meninggal 8 orang, masing-masing di Nagarai Parambahan 5 orang, 3 orang di Nagari Panti Rambatan, sementara di Nagari Parambahan 9 orang hilang. Di Tanah Datar, pemerintah setempat sudah menyatakan darurat bencana banjir bandang menyusul dampak terjangan banjir dahsyat yang melanda berbagai wilayah di daerah itu.

Sedang di Kabupaten Agam, data sementara yang diperoleh kaba12, tercatat sebanyak 14 orang warga dinyatakan meninggal dunia yang saat ini masih proses identifikasi. Sementara data korban luka dan dinyatakan hilang masih belum diperoleh dari unsur terkait di Pemkab.Agam.

Kabupaten Agam juga dinyatakan berada dalam status darurat bencana oleh Sekab.Agam H.Edi Busti yang langsung meninjau lokasi kejadian Minggu pagi di berbagai titik. Disebutkan, data semetara 14 warga dinyatakan meninggal dan potensi kemungkinan masih bergeraknya data itu masih ada, mengingat saat ini, tim gabungan masih melakukan proses evakuasi dan menghimpun data terkait kondisi terkini warga.

Pemkab.Agam bersama unsur Forkopimda Agam,dijadualkan akan menggelar rapat darurat di Mess Pemkab. Agam Belakang Balok Bukittinggi, untuk membahas langkah-langkah penanganan terkait dampak bencana yang terjadi di 8 kecamatan itu, “ kita akan rumuskan langkah-langkah penanganan darurat dan hal ini akan segera dilaporkan ke BNPB, Gubernur Sumbar, BPBD Sumbar dan unsur terkait lain, “ tegas H.Edi Busti.

H.Edi Busti menyatakan, pihaknya atas nama Pemkab.Agam menyatakan duka mendalam atas musibah yang terjadi, namun diharapkan masyarakat tetap sabar dan tabah serta bersama mengatasi dampak bencana yang terjadi, sehingga proses penanganan dan pemulihan bisa berlangsung dengan cepat.

“ Kita fokuskan penanganan warga terdampak termasuk sarana vital, sehingga akses-akses yang terputus akibat bencana, kita diatasi segera, “ tegas Edi Busti.

(HARMEN)

0Shares