Lubukbasung,kaba12 — Curah hujan yang mulai meningkat beberapa waktu belakangan menjadi perhatian serius unsur terkait di Pemkab.Agam, pasalnya kabupaten Agam yang dikenal rawan terdampak bencana, di beberapa wilayah mulai terimbas tingginya curah hujan, terutama banjir dan longsoran tanah.
Hal ini, menjadi salah satu pembahasan serius dalam rakor kontigensi bencana BPBD Agam Kamis kemarin, mengingat potensi curah hujan sampai bulan Februari 2024 mendatang relative tinggi.
Menurut Rahman, Asisten I Sekab.Agam didampingi Kepala BPBD Agam Bambang Warsito, curah hujan dengan intensitas tinggi beberapa waktu belakangan di kabupaten Agam mulai berdampak terdampak aktivitas masyarakat.
Disebutkan, beberapa wilayah menjadi kajian untuk antisipasi bencana banjir dan tanah longsor dampak curah hujan tinggi, seperti kecamatan Ampek Nagari, Palembayan, Matur, Tanjung Raya, Ampek Koto, Malalak, Palupuah, Tilatang Kamang dan beberapa kecamatan lain.

“ Kita himbau masyarakat untuk selalu mewaspadai dampak curah hujan tinggi saat ini, termasuk satuan penanganan kebencanaan untuk siaga, “sebut Rahman.
Sementara menurut Bambang Warsito, untuk mengantisipasi dampak kebencaan yang durasinya dikuatirkan mulai meningkat seiring peningkatan curah hujan, pihaknya sudah menyiagakan personil BPBD Agam berkoordinasi dengan berbagai OPD terkait.
Selain ini, ulas Bambang Warsito, pihaknya juga terus mendorong peran aktif masyarakat di nagari dengan pembentukan dan mengaktifkan kelompok siaga bencana (KSB)Nagari yang diharapkan bisa menjadi garda terdepan dalam penanganan dampak bencana di masing-masing daerah.
“ Kita terus mendorong peran aktif masyarakat, khususnya dalam upaya pengurangan risiko bencana terhadap masyarakat, “sebut kepala BPBD Agam itu lagi.
Informasi yang diperoleh kaba12, dampak curah hujan tinggi sudah mengintai beberapa wilayah, baik di Sitanang, Ampek Nagari, Lubukbasung, Palembayan dan beberapa wilayah lain.
-HARMEN-
