Kaba Terkini

Cuaca Ekstrem, Harga Sayur Mayur di Agam Melambung

Maninjau, KABA12.com — Harga komoditas sayur mayur di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Agam mengalami kenaikan pada awal Desember 2022.

Kenaikan harga terjadi akibat pengaruh cuaca ekstrem yang melanda Sumatera Barat sejak beberapa waktu terakhir.

Salah seorang pedagang sayur di Pasar Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Can mengatakan, kenaikan harga hampir terjadi pada semua jenis sayur mayur.

Ia menyebut, harga seluruh jenis sayur mayur itu melambung sejak 10 hari terakhir.

“Sudah 10 hari terakhir ini harga semua sayuran naik, penyebabnya karena curah hujan tinggi,” ungkapnya kepada KABA12.com, Selasa (6/12).

Ia merincikan, jenis sayur-sayuran yang saat ini mengalami kenaikan diantaranya wortel Rp 12 ribu per kilogram sebelumnya Rp 8 ribu, lobak (kol) Rp 5 ribu per kilogram sebelumnya Rp 3 ribu, labu siam Rp 5 ribu per kilogram sebelumnya Rp 3 ribu, dan buncis Rp 14 ribu per kilogram sebelumnya Rp 10 ribu.

“Kemudian harga tomat juga naik dari Rp 12 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilogram, sawi dari Rp 7 ribu menjadi Rp 10 ribu per kilogram, dan terong dari Rp 6 ribu menjadi Rp 8 ribu per kilogram,” katanya.

Sebagian besar produksi sayur mayur itu, kata dia, masih berasal dari dalam daerah Sumatera Barat. Sementara itu, kenaikan harga dipicu karena petani tidak melakukan panen raya imbas dari cuaca ekstrem.

“Kondisi cuaca yang sering hujan ini juga menyebabkan kualitas sayur mayur menurun. Sejumlah jenis sayur-sayuran banyak yang busuk,” ujarnya.

Selain komoditas sayur mayur yang mengalami kenaikan, komoditas lainnya seperti cabai merah keriting dan bawang saat ini juga ikut naik.

Saat ini cabai merah keriting dijual Rp 40 ribu per kilogram sebelumnya Rp 35 ribu, sedangkan bawang merah Rp 25 ribu per kilogram sebelumnya Rp 20 ribu.

“Cabai dan bawang juga ikut naik akibat pengaruh cuaca ekstrem, karena petani di daerah produksi tidak melakukan panen raya,” jelasnya.

(Bryan)

To Top