Kaba Terkini

Terbakar Emosi, YI Tebas Leher Ayu Pakai Sabit, Rekonstruksi Berlangsung Tegang

Lubukbasung, kaba12.com — Terbakar emosi karena Ayu, (18) tidak mau menuruti permintaannya membawa peralatan ke rumah, Yi, (38) tega menghabisi nyawa siswi SMAN 1 Tiku, kecamatan Tanjung Mutiara dengan cara menghantam kepala korban dengan gagang parang dan menebas bagian belakang leher korban hingga tewas di tempat.

Usai menghabisi nyawa korban, pelaku YI dengan santai membuang peralatan yang digunakan untuk membunuh korban, dan kembali ke rumahnya seakan tidak terjadi apa-apa. Sementara Ayu, dibiarkan tergeletak tak bernyawa di kebun kelapa sawit di Bukik Batu Apuang, Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara.

Hal itu terungkap dalam rekonstruksi yang digelar bersama tim Satreskrim Polres Agam dengan Kejaksaan Negeri Agam di halaman belakang kompleks Polres Agam, Selasa,(6/12), untuk merunut peristiwa pembunuhan sadis yang terjadi Rabu,(28/9) lalu, yang menggeger warga Sumatera Barat.

Rekonstruksi dalam rangkaian melengkapi berkas perkara (P19) yang disampaikan Kejaksaan Negeri Agam itu dipimpin Kasat.Reskrim Polres Agam AKP.RJ.Agung Pratomo bersama Kasi. Pidana Umum Kejari Agam Hendri Setiawaan dihadiri tim penyidik Polres Agam, kuasa hukum tersangka dan pihak keluarga korban.

Proses rekonstruksi sendiri berlangsung tegang, karena keluarga korban yang hadir dalam proses reka ulang kejadian itu, terlihat tidak menerima kenyataan, anak kesayangan yang dikenal hafizah Quran itu, harus meregang nyawa ditangah YI, yang juga tertangga korban itu.

Dalam rekonstruksi yang memperagakan 11 adegan itu, menurut Kasat.Reskrim Polres Agam AKP. RJ.Agung Pratomo didampingi Riqoel Sikumbang, staf Humas Polres Agam, bertujuan untuk memperjelas kronologis peristiwa sebelum berkas kasus itu dinyatakan P21 oleh pihak kejaksaan untuk dibawa ke persidangan.

Dijelaskan, dalam 11 adegan yang diperagakan langsung oleh pelaku YI, dengan korban diperankan salah seorang personil Satreskrim Polres Agam, awal kejadian tersangka meminta korban untuk membawakan arit miliknya pulang ke rumah namun permintaan tersebut ditolak korban.

Usai menolak permintaan pelaku ini, korban terpeleset dan jatuh sehingga pelaku berniat untuk menolong namun ditolak dengan kasar oleh korban. Mendapat perlakuan tersebut, pelaku langsung emosi dan memukul kepala bagian belakang korban dengan tangkai parang yang ia pegang.

Mendapat pemukulan, korban langsung memberikan perlawanan dengan menggigit jari manis sebelah kiri dan mencakar dada pelaku. Hal tersebut membuat pelaku tambah emosi dan kemudian mengambil arit lalu membacok leher belakang dan punggung korban, sehingga membuat korban terkapar tak berkutik.

Usai kejadian, pelaku YI langsung membuang barang bukti ke dalam parit yang tidak jauh dari TKP dan segera pulang ke rumah, seakan tidak terjadi apa-apa, sementara mayat korban dibiarkan tergeletak di jalanan di area kebun sawit itu.

Dijelaskan Kasat Reskrim Polres Agam, AKP RJ Agung Pratomo, rekonstruksi ini dilakukan untuk menjawab P19 (petunjuk) dari Kejaksaan Negeri Agam atas berkas perkara yang sebelumnya telah dikirim untuk lebih memperjelas fakta kejadian kasus pembunuhan tersebut.
” Intinya, rekonstruksi ini untuk memperjelas cara tersangka membunuh korban, dan alat apa saja yang digunakan untuk melakukan perbuatan tersebut, sekaligus untuk memastikan kronologi serta jelasnya pelaku memang melakukan tindakan pembunuhan. Hasil rekonstruksi kita akan diserahkan untuk melengkapi berkas di Kejari Agam, “ jelas RJ.Agung Pratomo

Akibat perbuatan tersangka, pelaku disangkaan dengan pasal 338 jo 351 ayat (3) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sementara menurut Hendri Setiawan, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Agam, rekonstruksi dilakukan untuk menjelaskan dan menerangkan perbuatan pelaku. Hasil rekonstruksi dimasukkan kedalam berkas perkara untuk diteliti lebih lanjut oleh jaksa peneliti yang ditunjuk dan menjadi petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk melakukan penuntutan terhadap pelaku di pengadilan.

“Kita sudah sama-sama melihat secara jelas, bagaimana reka kejadian, nantinya ini menjadi petunjuk dan pertimbangan JPU di pengadilan,” sebutnya.

Kasus pembunuhan yang membuat geger warga Agam itu, terjadi Rabu, (28/9) lalu di area perkebunan di Bukik Batu Apuang, Jorong Durian Kapeh, Nagari Tiku Utara, kecamatan Tanjung Mutiara, yang dalam hitungan jam, pihak Satreskrim Polres Agam berhasil mengungkap dan menangkap pelaku di kediamannya.

HARMEN

To Top