Lubukbasung,kaba12 — Cuaca ekstrem masih terus menghantui wilayah Kabupaten Agam, sehingga berpotensi memicu dampak terhadap masyarakat di mayoritas wilayah kecamatan. Perubahan cuaca mendadak, dari panas tiba-tiba hujan yang disertai angin kencang, kerap memicu dampak terhadap warga.
Seperti halnya beberapa kejadian beberapa waktu belakangan, dampak perubahan cuaca tiba-tiba itu memicu banyak pohon tumbang, termasuk menjadi ancaman bagi kalangan nelayan, seperti halnya di Danau Maninjau, dimana satu warga dinyatakan hilang dan kini masih dalam pencarian.
Terkait kondisi cuaca ekstrem tersebut Bupati Agam Dr.Andriwarman menghimbau warga untuk lebih meningkatkan kewaspadaan dan segera mengamankan diri dan keluarga jika cuaca buruk.

Bupati Agam yang ikut memantau proses pencarian terhadap Edi Kamardi,(42) warga Jorong Kubu, Nagari Sungai Batang, yang diinformasikan tenggelam pasca angin badai menerjang danau Maninjau di jorong Bancah, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Selasa, (10/12)mengaku prihatin dan berharap, tim SAR Gabungan bisa segera menemukan survivor.
Disebutkan Dr.Andriwarman, kondisi wilayah Kabupaten Agam yang rentan terpicu dampak akibat perubahan cuaca itu, terutama banjir, longsor dan dampak angin kencang harus secara ekstra diwaspadai elemen terkait bersama masyarakat.

“Kami berharap, masyarakat lebih waspada jika terjadi perubahan cuaca, segera cari lokasi aman dan hentikan aktivitas di lapangan, termasuk kalangan nelayan untuk lebih berhati-hati, “ ujarnya.
Disisi lain, Bupati Agam itu meminta seluruh jajaran terkait di Pemkab.Agam untuk siaga menyikapi perubahan cuaca, termasuk peningkatan aktivitas warga menjelang libur akhir tahun 2024, “ kesiapsiagaan dan kewapasdaan kunci penting keselamatan masyarakat, “ ulasnya.
HARMEN
