Kaba Terkini

Cuaca Buruk, Kawasan Wisata Sepi, Bambang : Personil Siaga di Lapangan

Tiku, kaba12.com — Cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi di wilayah kabupaten Agam diwaspadai secara khusus oleh tim gabungan penanggulangan bencana daerah. Seperti halnya Kamis,(29/12) siang, kondisi cuaca yang tiba-tiba berubah membuat para personil bersiaga.

Sementara informasi yang diperoleh kaba12.com, suasana menjelang tutup tahun 2022, beberapa objek wisata yang selama ini ramai dikunjungi, Kamis ini cenderung sepi, apalagi dampak perubahan cuaca membuat para pengunjung memutar arah ke kawasan lain.

Seperti halnya di kawasan Pantai Tiku, para personil BPBD Agam yang ditugaskan khusus beberapa OPD lain, harus bersiaga menyusul hujan lebat yang diawali dengan terjangan angin kencang, membuat kawasan pantai Tiku, Nagari Tiku Selatan, kecamatan Tanjung Mutiara langsung sepi.

Para pengunjung yang sebelumnya bermain di pantai memilih mencari lokasi aman, karena hujan lebat disertai angin kencang, dikuatirkan akan memicu badai, “ para personil siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan, termasuk mengingatkan warga untuk mencari lokasi aman, “ ungkap Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang memantau beberapa lokasi objek wisata Kamis,(29/12).

Kondisi serupa, disebutkan Bambang Warsito terjadi di kawasan danau Maninjau, baik di objek wisata Linggai, Muko-Muko maupun Maninjau, tekanan angin cukup kencang, disertai hujan membuat warga mencari lokasi berteduh yang aman.

Menyikapi kondisi itu, kepala BPBD Agam itu menyakinkan, pihaknya bersama tim gabungan sudah menginstruksikan seluruh personil untuk bersiaga, mengantisipasi berbagagi kemungkinan dampak perubahan cuaca itu terhadap masyarakat.

“ Kita terus memantau perkembangan di lapangan, saat ini para personil sudah siaga di beberapa pos yang sudah ditetapkan, “ jelasnya.

Dilain pihak, aktivitas para nelayan di sepanjang pantai Tanjung Mutiara tidak terlihat, karena dalam beberapa hari belakangan, menyikapi himbauan BMKG, para nelayan memilih untuk tidak melaut. Demikian juga di danau Maninjau, akibat tekanan angin yang cukup kencang, membuat warga tidak melakukan aktivitas di permukaan danau, baik di KJA maupun dengan sampan.

HARMEN

To Top