Kaba Pemko Bukittinggi

Cegah Stunting, Pemko Bukittinggi Bersama Universitas Fort de Kock Bagikan Vitamin A

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Kesehatan, bekerjasama dengan Universitas Fort de Kock, upayakan pencegahan stunting di Bukittinggi. Salah satu upaya dilakukan dengan pemberian vitamin A kepada anak usia dini.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, Linda Faroza, menjelaskan, Kota Bukittinggi memiliki 136 Posyandu yang tersebar di 24 kelurahan di Kota Bukittinggi dengan jumlah kader lebih kurang 680 orang. Keberhasilan pengelolaan Posyandu memerlukan dukungan yang kuat dari berbagai pihak, baik dukungan moril, materil, maupun finansial. Semua komitmen untuk mensukseskan program pemerintah dalam rangka mengantisipasi permasalahan stunting di Bukittinggi.

“Apalagibsaat ini kita dibantu oleh mahasiswa dari Universitas Fort de Kock. Untuk itu kami menyambut baik dan terimakasih sebesar –sebesarnya dengan adanya dukungan dari Universitas Fort de Kock yang mengerahkan 400 mahasiswa yang sudah di bekali dengan ilmu dan keterampilan untuk pemantauan Tumbuh kembanga balita di posyandu mendukung bulan penimbangan masal dan vitamin A serta mensukseskan Bulan Imunisasi Anak Nasional di Kota Bukittinggi,” ungkapnya.

Rektor Universitas Fort de Kock, Evi Hasnita, menyampaikan apresiasi kepada Pemko Bukittinggi yang konsen dalam pencegahan stunting. Untuk upaya pencegahan dan penangganan ini, tentu dimulai dari awal, dengan memastikan terlebih dahulu data terkait jumlah kasus yang ada di Kota Bukittinggi.

“Alhamdulillah mulai kemarin, sebanyak 408 orang mahasiswa, yang merupakan perwakilan mahasiswa dari beberapa program studi Kesehatan dan 50 orang dosen yang terlatih, telah diturunkan ke 3 kecamatan di Kota Bukittinggi untuk mendapatkan data dasar tentang kejadian stunting dengan melakukan penimbangan dan pengukuran Tinggi badan Balita dari rumah ke rumah, sekaligus memberikan vitamin A dan mensosialisasikan program BIAN ke masyarakat. Kami yakin data yang didapatkan nantinya merupakan data yang valid yang dapat dijadikan data dasar untuk bergerak dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan stunting di Bukittinggi. Terima kasih atas kepercayaan Pemko Bukittinggi pada Universitas Fort de Kock,” ungkapnya.

Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Fiona Erman Safar, menjelaskan, pembangunan kesehatan menjadi investasi utama untuk pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Bangsa yang unggul tentunya tidak lepas dari berkualitasnya SDM yang ada. Status gizi dan kesehatan termasuk indikator SDM Unggul disuatu Negara. Oleh karena itu sangat penting sekali pemenuhan gizi untuk menciptakan generasi yang sehat di masa depan. Saat ini masalah kekurangan gizi di Indonesia masih cukup tinggi baik masalah gizi kurang (underweight), pendek (stunting) maupun kurus (wasting). Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi di dalam kandungan hingga usia dua tahun atau pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 ditargetkan penurunan prevalensi stunting setinggi tingginya adalah 14% pada tahun 2024. Kota Bukittinggi ditahun 2022 dijadikan Lokus stunting dengan angka stunting kota Bukittinggi 19 % berdasarkan data Survey Status Gizi Indonesia (SSGI). Salah satu strategi untuk menurunkan prevalensi balita pendek atau stunting adalah melalui pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita di posyandu, untuk meningkatkan kualitas tumbuh kembang anak usia dini dan kesiapan anak memasuki jenjang pendidikan formal. Pemantauan pertumbuhan dan perkembangan diarahkan untuk meningkatkan status kesehatan, gizi, kognitif, mental dan psikososial anak.

“Kami dari Pemko juga berterima kasih pada Universitas Fort de Kock dan kader dalam pelaksanaan kegiatan pemantauan pertumbuhan pemberian kapsul vitamin A serta pelaksanaan BIAN (Bulan Imunisasi Anak Nasional) ini. Sinergisitas antara tenaga kesehatan, Kader, Mahasiswa, Aparat Pemerintah dan masyarakat setempat diharapkan bisa meningkatkan capaian program penimbangan masal sehingga status gizi balita bisa dipantau dan dilakukan intervensi dini. Mari saling bahu membahu berjuang dalam melaksanakan pembangunan kesehatan dan mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas dan tumbuh menjadi bangsa besar dan kuat. Semoga Allah senatiasa memberkati dan melindungi upaya kita dalam mewujudan Bukittinggi Hebat yang sehat dan sejahtera,”ujar Fiona.

(Harmen/*)

To Top