Lubukbasung, kaba12 — Bupati Agam Dr.H.Andri Warman resmikan program Buang Sampah-Beli Sampah (BS-BS) dan Bank Sampah Sumber Berkah di UPT Pengolahan Sampah, Cumateh, Nagari Persiapan Sungai Jariang Lubukbasung Kamis, (25/7).
Acara ini dihadiri berbagai pihak penting seperti kepala OPD, Camat Lubuk Basung, Wali Nagari se- Lubukbasung,para kepala sekolah, perwakilan Perbankan, BUMN/BUMD, serta perusahaan lain di Lubukbasung.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Agam, Afniwirman, menjelaskan bahwa program BS-BS bertujuan untuk mengubah pola pikir masyarakat terkait pembuangan sampah menjadi kesempatan untuk mendapatkan imbalan finansial.
“Sampah organik seperti sisa dapur rumah tangga dihargai Rp100 per kg, sedangkan sampah anorganik seperti plastik dihargai Rp1.000 per kg,” ujarnya.
Afniwirman menegaskan, bank sampah induk telah didirikan untuk bekerja sama dengan unit-unit bank sampah di tingkat OPD, Wali Nagari, Puskesmas, dan sekolah.
Pembayaran untuk sampah yang dibeli dilakukan dengan sistem menabung, dimana masyarakat akan menerima pembayaran setelah mengumpulkan sampah selama 3 atau 6 bulan.

“Sampah organik akan diolah menjadi kompos dengan harga jual Rp 1.000 per kilogram, yang akan memberikan pendapatan tambahan bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara Bupati Agam, Andri Warman, menyebut ba
Pemkab Agam berkomitmen untuk menciptakan inovasi pengelolaan sampah, termasuk pengolahan sampah plastik menjadi berbagai jenis bahan bakar menggunakan teknologi inovatif.
“Upaya ini diharapkan dapat mengurangi tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan,” katanya.
Khusus untuk pengolahan sampah plastik menggunakan inovasi mesin yang diciptakan Musafik dari UMKM bank sampah padat karya asal Malalak Utara yang telah menerima penghargaan dari majalah tempo tahun 2023

“Dengan menggunakan mesin ini sampah plastik dapat diolah dan menghasilkan BBM seperti premium, solar dan minyak tanah sedangkan untuk sampah rumah tangga non plastik diolah menjadi bahan pupuk organik,” ulas Bupati Andriwarman.
Acara ditutup dengan pemukulan tabuah dan penandatanganan komitmen bersama semua undangan yang hadir.
Program ini akan meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah serta memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan dari kegiatan pengumpulan dan pengolahan sampah yang dilakukan masyarakat.
(HARMEN)

