Matur, KABA12 — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Pariwisata menggelar jambore Geopark Sianok-Maninjau di objek wisata Lawang Park, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam, Kamis (25/7).
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti sebanyak 80 orang peserta dari Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
Sekretaris Dinas Pariwisata Sumatera Barat, Hendri Fauzan dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung kawasan geopark di Sumatera Barat terutama geopark Sianok-Maninjau. Acara ini terlaksana berkat alokasi anggaran dana pokok pikiran Anggota DPRD Sumbar Ismet Amzis.
“Total peserta jambore geopark berjumlah sebanyak 80 orang. Acara ini berlangsung selama tiga hari yakni Kamis sampai Sabtu di Lawang Park,” ujarnya.

Ia menyebut, kegiatan jambore itu juga berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan Sumbar melalui kegiatan perhutanan sosial. Selain itu ada beberapa rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan selama jambore diantaranya, geo green campaign, geo dialog, geo bimtek, dan geo tracking.
“Untuk geo tracking akan dilakukan dalam bentuk menjelajah di kawasan geosite geopark di Matur,” katanya.
Menurutnya, pelaksanaan Jambore Geopark 2024 ini akan menjadi cikal bakal Jambore Ranah Minang tingkat nasional yang akan digelar tahun 2025, dengan tuan rumah Kabupaten Agam dan Kota Bukittinggi.
“Jambore Geopark Ranah Minang tingkat nasional itu juga melibatkan seluruh badan pengelola geopark di Indonesia,” sebutnya.
Sementara itu, Asisten II Setdakab Agam, Ir Jetson mengatakan, daerah Sumatera Barat berada di bagian tengah patahan semangko, sehingga memiliki kerawanan terhadap bencana. Dibalik semua itu, daerah Ranah Minang itu mempunyai banyak kekayaan alam yang harus dijaga dan dilestarikan, salah satunya adalah kawasan geopark.

Jetson menyebut potensi kawasan geopark berada di beberapa wilayah di Sumatera Barat seperti Ngarai Sianok, Danau Maninjau, Silokek Sijunjung, Danau Singkarak, Sawahlunto, dan lainnya.
“Semua potensi geopark tersebut dapat menjadi daya tarik wisata. Untuk itu perlu didukung dengan infrastruktur, sarana dan prasarana, akses transportasi yang layak,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan jambore diharapkan menjadi ajang promosi untuk memacu jumlah kunjungan wisatawan ke Sumbar terutama pada wisata minat khusus. Termasuk menjadi wadah menampung aspirasi antar sesama pengelola kawasan geopark.
“Selain itu, untuk memacu pengembangan kawasan geopark, perlu dilakukan pendamping dari pemerintah daerah, dan lembaga lainnya untuk menuju geopark nasional,” ujarnya.
Acara pembukaan jambore geopark itu, turut dihadiri Kepala Disparpora Agam Dedi Asmar, Kepala Dinas Pariwisata Bukittinggi Rofie Hendra, Kepala Disdikbud Agam Taslim, GM badan pengelola Geopark Sianok-Maninjau Zuhrizul, Ketua Asosiasi Pokdarwis Agam H Jakfar, dan undangan lainnya.-
(Bryan)
