Kaba Agam

Bupati Agam Instruksikan Tutup Sementara Dapur SPPG Kampuang Tangah

Lubukbasung,kaba12 — Bupati Agam H.Beni Warlis sesuai kesepakatan bersama dalam rapat Forkopimda Agam dan unsur terkait menyusul kasus kejadian luar biasa keracunan makanan yang membuat geger masyarakat Lubukbasung itu, instruksikan untuk menutup sementara operasional dapur SPPG di Kampuang Tangah, Kecamatan Lubukbasung, sampai proses penanganan terhadap para korban dan hasil pemeriksaan labor sampel makanan yang memicu kasus keracunan.

Keputusan menutup sementara dapur SPPG Kampuang Tangah yang dikelola Yayasan Peduli Karakter Anak mitra Badan Gizi Nasional yang bekerjasama dengan BUMNag Bersama Antokan Jaya Lubukbasung itu, menjadi salah satu keputusan dalam penetapan status Kejadian Luar Biasa ( KLB) di Kabupaten Agam, khususnya di Lubukbasung menyikapi kasus keracunan yang terjadi sejak Rabu siang.

Ditegaskan Bupati Agam, pihaknya sesuai keputusan dan kesepatan bersama unsur terkait dan Forkopimda Agam, salah satu poin keputusannya, meminta operasional dapur SPPG di Kampuang Tangah dihentikan untuk sementara. Dan seluruh pihak berkaitan untuk segera menginformasikan, terutama sekolah penerima manfaat, sehingga tidak mengganggu aktivitas para siswa lainnya.

Disebutkan Beni Warlis, sesuai ketentuan yang berlaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan unsur terkait, untuk proses penanganan dampak keracunan makanan yang diduga diproduksi oleh dapur SPPG Kampuang Tangah, yang memicu keracunan, dengan jumlah korban hingga Rabu malam mencapai 54 orang dan sudah dirawat di 2 rumah sakit, dan 2 puskesmas, masing-masing RSUD Lubukbasung, RSIA Rizky Bunda, Puskesmas Manggopoh dan Puskesmas Manggopoh.

Ditegaskan, penutupan sementara operasional dapur SPP itu, sudah melakukan berbagai kajian dan upaya mengantisipasi munculnya kasus serupa, sampai proses tindak lanjut dan penanganan tuntas dilakukan unsur terkait, “kita sudah tetapkan,menyusul status KLB, dapur SPPG Kampuang Tangah ditutup untuk sementara, “tegas Beni Warlis lagi.

Sementara, informasi yang diperoleh kaba12, kasus keracunan makanan yang diduga berasal dari nasi goreng yang dikonsumsi penerima manfaat dibawah dapur SPPG Kampuang Tangah yang melayani 3.564 orang di 57 sekolah dari berbagai tingkatan, mulai dari PAUD,TK,SD,SMP dan SLTA sesuai radius yang bisa dilayani.

Sedang informasi terkini yang diperoleh kaba21, usai meninjau para korban di RSUD Lubukbasung, Bupati Agam bersama rombongan Pemkab.Agam, langsung meninjau kondisi para korban keracunan di Puskesmas Manggopoh yang terbanyak menangani para korban keracunan sejak Rabu sore tadi.

(HARMEN)

0Shares
Bupati Agam Instruksikan Tutup Sementara Dapur SPPG Kampuang Tangah
To Top