Bupati Agam Dr.H.Indra Catri cemas dan kuatir, lokasi keramaian menjadi salah satu media paling menakutkan dalam penyebaran covid19. Beberapa lokasi yang ramai aktivitas warga terutama pasar, tempat ibadah, kedai, kafe dan beberapa lokasi yang menjadi objek warga dalam berkegiatan.
Kecemasan itu, setelah bupati Agam Indra Catri mempelejari beberapa daerah dan negara di dunia yang jumlah warganya terpapar virus corona sangat tinggi, karena besarnya aktivtas di pasar dan lokasi keramaian lainnya.
Pasalnya, virus corona yang menjadi musuh tak berwujud itu, sama sekali tidak bisa dideteksi sumber, penyebar dan lokasi penyebarannya, sehingga langkah yang paling efektif dilakukan adalah melakukan upaya social – physical distancing.

Hal itu disebutkan bupati Agam Dr.H.Indra Catri menyikapi keputusan bersama Forkopimda Agam dalam menutup aktivitas pasar di hari-hari “balai” yang sasarannya untuk mengurai keramaian yang berpotensi terjadi di setiap pasar nagari dan pasar tradisional lainnya.
Ditegaskan bupati Agam yang sudah dua periode menjabat itu, pihaknya tidak serta merta menutup aktivitas pasar yang notabone nya menghentikan aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat, tapi justru berupaya mengurai jumlah warga yang berkunjung ke pasar disaat hari “balai” dengan menghidupkan kegiatan pasar setiap hari.
Selain itu, untuk menjamin lalulintas perdagangan dan ekonomi warga, Pemkab.Agam sengaja menjembatani pedagang dan konsumen dengan membuka jalur “pasar online” dengan memanfaatkan media sosial, sms, whatshapp dan jenis komunikasi lain untuk membangun komunikasi dua arah antara pedagang dan konsumen.-(*)
Antisipasi Penyebaran-Keramaian Pasar Diurai
Penutupan aktivitas pasar tersebut selain sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona tersebut, juga akan dilakukan penyemprotan cairan disinfektan secara serentak di seluruh wilayah pasar di kabupaten Agam melibatkan tim gabungan.
Instruksi penutupan aktivitas di seluruh pasar di wilayah kabupaten Agam tersebut disampaikan bupati Agam Dr.H.Indra Catri didampingi Kapolres Agam AKBP.Dwi Nur Setiawan, Ketua GT2P Covid19 Kabupaten Agam M.Dt.Maruhun, Asisten I Sekab.Agam Rahman, Kadistan Agam Arief Restu dan beberapa pejabat daerah lain.

Ditegaskan, keputusan pahit untuk menutup aktivitas di seluruh pasar itu, terutama dalam menyikapi perkembangan penyebaran virus corona yang dikuatirkan mulai memasuki wilayah kabupaten Agam, menyusul semakin banyaknya jumlah pendatang yang masuk.
Langkah antipasti itu, sebut Dr.Indra Catri, sebagai salah satu langkah berat yang harus diambil pemerintah, untuk mengantisipasi kerumuman orang banyak, apalagi kegiatan pasar masih sangat tinggi, sehingga potensi penyebaran covid19 dikuatirkan semakin besar.
Ditambahkan, pihaknya bersama tim GT2P COvid19 Agam sudah mengintruksikan seluruh camat dan walinagari untuk segera berkoordinasi dengan pengurus pasar dan pengelola pasar untuk menindaklanjuti instruksi tersebut, “ kami minta masyarakat di rumah saja, tidak usah ke pasar, kita akan bersihkan pasar dulu, kita semprotkan disinfektan mulai besok, “ulas Indra Catri.-(*)
Putus Rantai Penyebaran-Urai Keramaian Pasar
Kunci penting memutus rantai penyebaran covid19 di seluruh wilayah kabupaten Agam adalah peran aktif dan kepedulian masyarakat untuk bersama mentaati berbagai protokol kesehatan yang sudah disebarluaskan pemerintah.
Di Kabupaten Agam, setelah dibentuknya gugus tugas percepatan penanganan covid19 (GTP2 Covid19), upaya membangun pemahaman, pengertian dan peran bersama dilakukan dengan berbagai strategi.
Tidak hanya menyampaikan langsung pada masyarakat, melalui media massa, media sosial, media luar ruang dan berbagai langkah aksi lapangan lainnya, yang secara umum sudah dipahami masyarakat.
Termasuk upaya mengurai keramaian di pasar-pasar tradisional yang ada di kabupaten Agam, Pemkab.Agam sudah berupaya menjelaskan pada berbagai lini terkait, baik melalui pengurus pasar, pangulu pasar, bahkan langsung diumumkan di pasar-pasar oleh tim.

Ketua harian gugus tugas GTP2 Covid19 Agam H.M.Dt.Maruhun menyebutkan, pihaknya bersama Satgas Siaga Covid19, melakukan berbagai langkah dalam upaya mengurai keramaian di pasar-pasar,salah satunya mengaktifkan pasar harian,untuk mengurangi keramaian warga ke pasar saat hari pakan (balai),” dengan itu, keramaian yang biasanya sangat luar biasa sekali seminggu itu, bisa terpecah dengan sendiri,” jelasnya.
Disisi lain, untuk mengantisipasi kemacetan ekonomi antara pedagang dan konsumen, berbagai langkah dilakukan, termasuk dengan membantu pembuatan jalur “pasar” online, dimana masyarakat bisa memesan dan menawar barang melalui media sosial atau pesan langsung via sms.
“ Kita dorong urai keramaian,namun aktivitas perdagangan tetap berjalan, “tegas M.Dt.Maruhun lagi.-(*).-
Urai Aktivitas Pasar Peran Warga Menentukan
Peran masyarakat sangat menentukan upaya memutus rantai penyebaran covid19 di kabupaten Agam, salah satunya dengan berperan mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk tidak ke pasar jika tidak terlalu penting.

Menurut ketua Satgas Penanggulangan Dampak Ekonomi (PDE) Covid19 Agam Yosefriawan, kegiatan perdagangan tidak akan terhenti, dengan adanya pengurangan aktivitas di pasar, bahkan pemerintah menganjurkan kegiatan di pasar tradisional digelar setiap hari, untuk melayani berbagai kebutuhan masyarakat.
“ Dengan kegiatan harian itu, secara otomatis jumlah masyarakat yang akan berbelanja bisa berkurang, setelah sebelumnya hanya satu kali dalam seminggu, sekarang setiap hari, “jelas Yosefriawan.
Namun, ditegaskannya, kunci penting adalah peran dan kepedulian masyarakat, tanpa itu berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam memutus rantai penyebaran covid19, takkan berhasil. HARMEN
Seluruh Nagari Bergerak Urai Keramaian Pasar
Seluruh kecamatan dan nagari diinstruksikan bergerak di seluruh wilayah untuk mengamankan kebijakan pengurangan aktivitas pasar untuk memutus rantai penyebaran covid19.
Sesuai instruksi bupati Agam, aktivitas pasar di haru balai harus ditutup, diurai dengan mengaktifkan pasar harian, sehingga jumlah warga yang berdatangan ke pasar setiap hari pakan bisa dikurangi.

Hal itu disebutkan Asisten I Sekab.Agam Rahman, yang menyebut, saat ini camat dan seluruh nagari bergerak untuk menjelaskan tujuan penutupan aktivitas pasar dan mengurai keramaian di pasar-pasar tradisional, karena pasar menjadi salah satu media paling rawan penyebaran covid19.
Tidak hanya mendorong penutupan aktiiftas pasar di hari balai, seluruh nagari dan pengurus pasar, diinstruksikan melakukan pembersihan pasar dan menyemprotkan disinfektan di setiap sudut pasar, sebagai langkah antisipasi penyebaran virus corona.
“ Itu sudah berjalan sesuai instruksi pimpinan, selanjutnya akan kita awasi dan kawal, sampai pandemic covid19 bisa betul-betul diatasi, “sebut Rahman. (*)
