Bukittinggi Sukses Gelar POR Disabilitas se-Sumbar

Bukittinggi, KABA12.com — Pekan Olah Raga (POR) Disabilitas se-Sumbar yang diselenggarakan oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kota Bukittinggi, mendapat apresiasi luar biasa dari Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Kegiatan yang diinisiatori oleh Penasehat Pertuni kota Bukittinggi Dedi Fatria, yang juga anggota DPRD Bukittinggi, merupakan ajang pertandingan olahraga yang dikhususkan bagi bagi para penyandang disabilitas se- Sumbar.

Kepala Bidang Olahraga Disabilitas Kemenpora, Ismun Dwi Karyati, mengungkapkan, Kemenpora memberikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan POR Disabilitas se- Sumbar yang berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Minggu, 27-28 Oktober lalu. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi para penyandang disabilitas intelektual untuk menunjukan bakat dan kemampuannya di bidang olahraga.

“Kita berharap melalui perhelatan akbar itu, akan lahir atlet atlet Disabilitas yang berbakat dan tangguh yang akan membawa nama baik daerah, baik dikancah nasional maupun Internasional,” ujarnya.

Ismun menambahkan, POR Disabilitas ini telah memberi ruang kepada anak berkebutuhan khusus (ABK) dalam menggali potensi yang mereka miliki. Sebab, anak berkebutuhan khusus memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lainnya dan memiliki kemampuan yang sangat baik di beberapa bidang seperti kemampuan mereka di bidang olahraga, bermain musik, menggambar dan kemampuan lainnya.

Bahkan kemampuan intelektual yang dimiliki para penyandang Disabilitas ada di atas rata-rata, sehingga beberapa anak disabilitas mampu menyelesaikan pendidikannya sampai pada jenjang perguruan tinggi. “Kemenpora berharap supaya pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat melanjutkan kegiatan ini, dengan harapan agar lahir atlit-atlit disabilitas intelektual,” ujar Ismun.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Disparpora) provinsi Sumbar, yang diwakili Kabid Olahraga Disparpora, Rasydi Sumantry, memberikan penghargaan yang tinggi kepada Pertuni kota Bukittinggi atas terlaksananya perhelatan POR Disabilitas se-Sumbar. Menurutnya, dengan segala kekurangan yang dimiliki kaum penyandang disabilitas, bukan menjadi halangan bagi mereka untuk bertindak dan berkarya layaknya orang normal.

“Melalui pekan olahraga disabilitas ini, atlet penyandang disabiltas telah membuktikan bahwa mereka bukanlah orang yang patut dipandang sebelah mata. Pemerintah propinsi melalui Disparpora akan selalu mendukung kegiatan disabilitas dan siap untuk melanjutkan kembali POR Disabilitas ditahun berikutnya,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan Niniak Mamak, sekaligus Ketua KAN Mandiangin Inyiak DT Malako Basa. Ia menssuport dan menyambut baik kegiatan POR Disabilitas se-Sumbar yang berlangsung di Bukittinggi. “Kami berterima kasih kepada Panitia yang menjadikan Panorama Baru sebagai lokasi jalan santai disabilitas. Dengan adanya kegiatan ini, tentu berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat,” ungkapnya.

Terpisah inisiator sekaligus Penasehat Pertuni Bukittinggi, Dedi Fatria menuturkan, penyelenggaraan POR Disabilitas se- Sumbar yang berlangsung selama dua hari, dapat berjalan dengan sukses dan lancar.

POR Disabilitas ini dihadiri lebih kurang sekitar 500 orang sahabat Disabilitas dari Kota Padang, Sijunjung, Solok, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Agam dan Bukittinggi selaku tuan rumah.

Sabtu, (27/10) dilaksanakan pertandingan 3 cabang olah raga, yakni futsal antara tuna rungu se-Sumbar, serta pertandingan catur dan tenis meja bagi tuna netra.

Sedangkan pada Minggu (28/10), digelar kegiatan jalan santai Disabilitas dari MAN 2 Panganak menuju Panorama Baru, yang juga diikuti oleh masyarakat Bukittinggi dan sekitarnya.

Untuk Pertandingan Olahraga Futsal juara I diraih Gerkatin Bukittinggi, juara II Gerkatin Padang dan Juara II gerkatin Payakumbuh. Sedangkan untuk pertandingan catur juara I, II dan III diraih Pertuni Padang, dan pertandingan tenis meja juara I, II dan III diraih Pertuni Bukittinggi.

Menurut anggota Fraksi PPP DPRD Bukittinggi ini, POR Disabilitas se-Sumbar sengaja diangkat, dengan tujuan untuk lebih mensosialisasikan bahwa di Bukittinggi sangat banyak penyandang Disabilitas, yang jumlahnya mencapai lebih dari 1000 orang. Melalui kegiatan ini ia berpesan agar masyarakat dapat menerima keberadaan mereka.

“Kami juga berharap supaya anak-anak disabilitas tidak lagi di buly dan dilecehkan. Meski memiliki kekurangan, namun mereka mampu untuk melakukan yang terbaik, seperti yang dilakukan anak-anak sempurna lainnya,” ucap Dedi Fatria, yang juga Ketua Yayasan Azzamul Ikhlas SLB Khusus Autis Al-Ikhlas Bukittinggi.

(Ophik)

0Shares