Bukittinggi, KABA12 — Pemerintah Kota Bukittinggi, bersama LPTQ dan Kementrian Agama Kota Bukittinggi, sukses laksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-41 Tingkat Provinsi Sumatra Bara. Event keagamaan dua kali satu tahun ini, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatra Barat, di Lapangan Wirabraja, Sabtu, 13 Desember 2025 dan ditutup Kamis, 18 Desember 2025.
MTQN ke 41, dihadiri Anggota DPR RI, Mulyadi dan Ade Rizki Pratama, para kepala daerah dan wakil kepala daerah dari 19 kabupaten/kota se-Sumatera Barat, Ketua MUI Sumbar Buya Gusrizal, unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh kafilah dari kabupaten dan kota se-Sumatra Barat.
Wakil Wali Kota Bukittinggi, Ibnu Asis, selaku Ketua Panitia Pelaksana, menjelaskan, Kota Bukittinggi dipercaya menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-41 Tingkat Provinsi Sumatera Barat. MTQ tingkat Sumbar tahun 2025 ini, diikuti sebanyak 1.055 kafilah, dengan rincian 543 kafilah putra dan 512 kafilah putri, yanh berasal dari 19 kabupaten dan kota se- Sumatra Barat. MTQN ke-41 Tingkat Sumatera Barat mengangkat tema “Bukittinggi Kota Perjuangan, Kita Bumikan Al-Qur’an untuk Sumatera Barat Unggul Menuju Indonesia Maju.”

“MTQ Nasional ke-41 Tingkat Sumatra Barat tahun 2025 mempertandingkan 12 cabang lomba dengan 39 golongan. Seluruh cabang tersebut tersebar di 16 venue yang telah disiapkan panitia. Penilaian lomba dilakukan oleh 157 orang dewan hakim yang terbagi dalam 18 majelis, didukung oleh 35 pengawas,” jelasnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatra Barat, Mustafa, menyampaikan MTQ di Kota Bukittinggi, memiliki nilai historis dan strategis bagi pemulihan masyarakat dan penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pelaksanaan MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat di Koa Bukittinggi, patut diapresiasi.
“Terima kasih pada Pemko Bukittinggi yang telah sukses menjadi tuan rumah yang baik. Kesuksesan ini tentu menjadi kebanggaan bagi pemerintah provinsi, pemerintah kota serta masyarakat Bukittinggi. Semoga MTQ memberikan berkah bagi masyarakat Sumatra Barat. MTQ juga dapat mengembangkan potensi dan SDM di bidang keagamaan, khususnya pada setiap cabang MTQ,” ungkapnya.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, menyampaikan pada suasana duka atas bencana yang melanda Sumatra Barat ini, MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat, menjadi cahaya dan penenang bagi masyarakat Sumbar. MTQ bukan hanya seremonial dan tradisi, tapi merupakan gerakan peradaban untuk membumikan Al Quran, menguatkan akhlak masyarakat, menguatkan karakter generasi muda Sumbar yang religius.

“Tema yang diangkat sejalan dengan upaya Pemprov, untuk membawa Sumatra Barat menuju Indonesia Emas,” ujarnya.
Mulai tanggal 14 Desember 2025, para kafilah mulai bertanding, memberikan yang terbaik di masing masing golongan. 35 golongan yang dilombakan dibagi kedalam 16 venue yanga telah disediakan panitia.
Prof. Dr. H. Said Agil Husin Al Munawar, MA, mantan Menteri Agama RI, yang pada MTQ ke 41 ini bertugas sebagai Dewan Pengawas MTQ Nasional ke-41 Tingkat Provinsi Sumatera Barat memberikan apresiasi atas penyelenggaraan MTQ di Kota Bukittinggi ini. Ia menilai, seluruh venue luar biasa, tertata rapi dan mencerminkan kemuliaan Al-Qur’an. Ini adalah bukti kerja sama yang solid seluruh panitia pelaksana.
Selama dua tiga hari babak penyisihan, hasil membanggakan diperoleh kafilah Kota Bukittinggi. Keputusan dewan hakim, 29 kafilah dari Kota Perjuangan ini, berhak dan lolos ke babak final, yang dilaksanakan Rabu, 17 Desember 2025, pada 16 venue yang ada.
Keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras para peserta, pembina, pelatih, serta dukungan penuh dari seluruh pihak yang terlibat dalam pembinaan MTQ di Kota Bukittinggi. Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti komitmen Kota Bukittinggi dalam membina generasi Qur’ani yang unggul, berprestasi dan berakhlakul karimah. Jumlah kafilah yang masuk final, menjadi jumlah terbanyak bagi Bukittinggi selama pelaksanaan MTQ.
Dari hasil babak final. Bukittinggi berhasil meraih 10 Juara 1 , 8 juara 2 dan 11 Juara 3. Selanjutnya, Bukittinggi juga meraih 4 Harapan 1, 1 Harapan 2 serta 9 Harapan 3. Dengan torehan itu, Bukittinggi berhasil meraih posisi ketiga dengan poin 229.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, pelaksanaan MTQ kali ini memiliki nuansa berbeda karena berlangsung di tengah suasana duka akibat bencana. Setelah penantian lebih dari 32 tahun, Kota Bukittinggi kembali dipercaya menjadi tuan rumah dan diharapkan MTQ ini menjadi momentum doa serta ikhtiar bersama bagi keselamatan dan keberkahan daerah.
“Tema Dari Bukittinggi Kota Perjuangan untuk Sumatra Barat Unggul Menuju Indonesia Emas, menempatkan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membentuk generasi penerus bangsa yang beriman, berakhlak dan menjunjung nilai kerukunan. MTQ ini kami harapkan tidak sekedar menjadi ajang perlombaan, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari- hari, dengan peserta lebih mengutamakan nilai-nilai Islam dari pada kemenangan semata,” ujarnya.
Wali Kota Bukittinggi, juga menyampaikan selamat pada seluruh kafilah yang meraih prestasi. Selamat atas prestasi Kabupaten Lima Puluh Kota yang berhasil mempertahankan prediket juara umum. Selamat juga untuk Kafilah Bukittinggi yang berhasil merebut juara tiga pada MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat.
“Terima Kasih pada seluruh kafilah dan official Bukittinggi, di bawah LPTQ Bukittinggi atas prestasi yang diraih. Selamat atas prestasi yang didapatkan dan jangan berpuas diri,” ungkapnya.

Wako juga ucapkan terima kasih atas kerja keras seluruh panitia dan dewan hakim yang terlibat, sehingga MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat, berjalan sukses, baik dan lancar. Sehingga apa yang telah dilaksanakan, dapat mewujudkan Bukittinggi gemilang, Sumatra Barat unggul, menuju Indonesia emas.
“Terima kasih atas kerja keras paniti, Kemenag, pengurus masjid dan seluruh yang terlibat untuk sukseskan kegiatan MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat ini,” ujar Ramlan.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi, diwakili Sekda Prov, Arry Yuswandi, mengungkapkan kebanggan atas terselenggaranya MTQN ke 41 tingkat Sumatra Barat. Pemerintah Kota Sumatra Barat menyampaikan terima kasih kepada seluruh sektor yang terlibat dan seluruh elemen masyarakat yang sudah menyukseskan MTQ Nasional ke 41 Tingkat Prov. Sumatra Barat ini sehingga berjalan dengan sukses.
MTQ Nasional Ke 41 Tingkat Provinsi Sumatra Barat bukan hanya sekedar ajang kompetisi, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menanamkan kecintaan terhadap Al Qur’an dan Hadist, serta menjadikan rujukan seorang muslim dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita harus bisa menghadirkan Al Qur’an sebagai pedoman hidup dan membangun karakter masyarakat Sumbar yang beriman dan berakhlak mulia. Bukittinggi Kota Perjuangan, kita bumikan Al Qur’an untuk Sumatra Barat unggul, menuju Indonesia Emas. Kita berharap, nilai Al Qur’an terus membumi dalam kehidupan sosial pemerintahan dan pembangunan daerah. Kepada peserta yang telah meraih prestasi, kami ucapkan selamat dan sukses. Teruslah meningkatkan kemampuan dan kualitas diri serta mempersiapkan diri untuk menuju MTQ tingkat nasional,” tutupnya.
MTQN ke 41 Sumbar, merupakan sarana untuk pemahaman dan pendalaman isi Al Quran. MTQN ke 41 tingkat Sumbar, yang dilaksanakan di Kota Perjuangan ini, berdampak positif pada peningkatan ekonomi masyarakat, karena ada stand untuk UMKM yang disediakan bagi masyarakat.
Pada pembukaan sebelumnya, disuguhkan penampilan penyanyi religi Opick. Sedangkan pada penutupan MTQN ke 41, dihadirkan penyanyi religi Hadad Alwi, sekaligus penggalangan dana untuk korban bencana alam Sumatra Barat.
(Ophik)
