Bersegera Melunasi Hutang dan Mengutamakannya Dari Bersedekah

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Jika kalian tidak mendapatkan sesuatu yang bisa kalian sedekahkan maka cukup dengan berkata dengan perkataan yang baik.” Yaitu maksudnya jika kalian tidak ada uang, tidak ada makanan, tidak ada minuman atau pakaian yang bisa disedekahkan, maka cukup dengan perkataan yang baik. Dan perkataan yang baik termasuk di sini yaitu berkata baik kepada yang meminta kepada Anda. Yaitu ketika seseorang tidak mempunyai sesuatu yang ia bisa berikan, maka cukup ia berdoa, “Aku memohon kepada Allah agar memberimu rezeki atau membantumu untuk melunasi hutangmu atau membuat engkau cukup dari kekuranganmu.

Kemudian Imam Al-Mundziri mengatakan: “Dan sahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu mengatakan bahwasanya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
مَا يَسُرُّنِي أَنَّ لِي أُحُدًا ذَهَبًا تَأْتِي عَلَيَّ ثَالِثَةٌ وَعِنْدِي مِنْهُ دِينَارٌ إلاَّ دِينَارًا أَرْصُدُهُ لِدَيْنٍ عَلَيَّ
“Aku tidak suka jika aku mempunyai satu gunung emas dan emas tersebut tinggal bersamaku selama tiga hari dan masih tersisa satu dinar, kecuali satu dinar yang aku persiapkan untuk membayar hutangku.”
Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Aku tidak suka jika aku mempunyai satu gunung uhud emas.”

Bunung uhud adalah gunung yang besar yang terletak di sebelah utara kota Madinah. Dan hadits ini sama dengan hadits Abu Dzar. Yaitu ketika beliau mengatakan: “Aku pernah berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi di Madinah, kemudian Jabal Uhud berada di hadapan kami. Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata dan Abu Dzar berada di samping beliau dan waktu itu beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam melihat ke gunung uhud dan beliau mengatakan:

مَا يَسُرُّنِي لي مِثْلَ أُحُدٍ ذَهَبًا
“Aku tidak suka jika aku mempunyai sebesar gunung emas ini.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Emas yang sebesar gunung uhud tersebut tetap bersamaku selama tiga hari dan masih tersisa satu dinar.” Ini menunjukkan bahwasanya ada anjuran agar kita bersegera untuk bersedekah dan tidak menunda-nundanya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “Kecuali satu dinar yang aku persiapkan untuk melunasi hutangku.” Di sini ada faidah yaitu kita dianjurkan untuk bersegera melunasi hutang. Dan bahwasannya melunasi hutang lebih didahulukan daripada bersedekah.

Dan dari sini para ulama mengatakan bahwasanya barangsiapa yang mempunyai harta yang ia bisa melaksanakan ibadah haji atau umrah, namun ia juga mempunyai hutang, maka melunasi hutang lebih diutamakan. Dan hendaklah seorang yang mempunyai hutang untuk bersegera melunasi hutangnya dan membayarnya.

Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah pernah ditanya tentang masalah orang yang ingin melaksanakan ibadah haji namun yang mempunyai hutang. Maka beliau mengatakan, “Apabila engkau punya hutang, maka jangan melaksanakan haji. Karena haji tidak wajib bagimu ketika itu. Seandainya engkau bertemu dengan Rabbmu, mati dalam keadaan belum berhaji karena engkau punya utang dan mendahulukan membayar hutang, maka engkau tidak berdosa. Karena haji tidak wajib bagimu. Dan hendaklah engkau memuji kepada Allah karena Allah memudahkan untukmu. Dan ketahuilah bahwasanya hak-hak anak Adam itu harus diutamakan. Karena manusia tidak akan menjatuhkan sedikitpun dari haknya. Adapun Allah Subhanahu wa Ta’ala bisa saja mengampuni apabila kita tidak menunaikan hak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka janganlah kita menolak kemudahan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan mengatakan, ‘saya akan tetap haji walaupun saya mempunyai hutang.’ Dan hutang tersebut tetap menjadi tanggung jawab Anda padahal haji ketika itu tidak wajib bagi Anda.” (Al-Fatawa 21/117)

Dalam sebuah hadits dalam kitab Musnad yang ditulis Imam Ahmad Rahimahullah, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah bersabda:
لَا تُخِيفُوا أَنْفُسَكُمْ بَعْدَ أَمْنِهَا
“Janganlah kalian membuat takut diri-diri kalian setelah merasa aman.”
Para sahabat bertanya, “Bagaimana hal tersebut bisa terjadi wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab:
الدَّيْنُ
“Berhutang.” (HR. Ahmad)

Kita akan menjadi takut setelah kita merasa aman. Karena perkara hutang ini bukan perkara yang mudah. Maka hendaklah seorang bersegera untuk melunasi hutangnya, mengumpulkan harta untuk bisa membayar hutangnya dan mengutamakannya dari bersedekah. Oleh karena itu Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits yg mengatakan, “Kecuali satu dinar yang aku persiapkan untuk melunasi hutangku.”

(sumber: radiorodja.com)

0Shares