Bencana Besar Hantam Sungai Rangeh, Ratusan Warga Mengungsi

Bayua, kaba12 — Dampak banjir bandang yang menerjang Jorong Sungai Rangeh, Nagari Bayua, kecamatan Tanjung Raya, Kamis dan Jumat, ( 7-8/12) semakin parah.

Setelah sebelumnya Kamis lalu, pasca banjir bandang pertama merusak sarana jalan dan memutuskan akses transportasi di wilayah itu, beberapa sarana lain, termasuk rumah warga yang menyebabkan 6 warga harus diungsikan ke kantor Wali Nagari Bayua.

Bahkan, Jumat banjir bandang susulan memicu kerusakan lebih parah, selain merusak 2 rumah warga, gedung taman kanak-kanak, juga menyebabkan jumlah pengungsi bertambah ke kantor Walinagari Jumat malam.

Informasi yang dihimpun kaba12, dampak banjir bandang di Sungai Rangeh, juga sempat memutuskan akses jalan propinsi jalur Lubukbasung-Maninjau di Gasang, yang dipenuhi genangan air dan lumpur.

Sejauh ini, upaya penanganan masih sulit dilakukan, namun masih belum bisa maksimal karena alat berat yang diturunkan tidak bisa bergerak karena cuaca buruk dan banjir susulan.

Bahkan ratusan warga harus mengungsi ke lokasi aman, termasuk ditampung di Kantor Walinagari Bayua.

Kelala BPBD Agam Bambang Warsito kepada kaba12 Jumat malam di posko pengungsian di kantor walinagari Bayua menyebutkan, pihaknya bersama jajaran tim gabungan penanganan dampak bencana, baik dari TNI, Polres Agam bersama warga memprioritaskan keselamatan warga.

Dijelaskan, dampak banjir bandang susulan, membuat warga yang bermukim di sekitar lokasi kejadian harus dievakuasi, tidak hanya ke rumah warga tapi juga ke kantor walinagari Bayua.

Bambang Warsito menyebutkan, banjir bandang yang terjadi cukup parah, bahkan sudah beberapa kali terjadi banjir bandang susulan dan terparah Jumat malam.

Namun pihaknya, belum bisa menyentuh titik terberat karena cuaca buruk dan potensi longsor susulan masih tinggi dampak curah hujan tinggi,

” Sungai Rangeh dilanda banjir bandang parah, kami harus menyiapkan perangkat bantuan untuk pengungsi malam ini, ” sebut Bambang Warsito yang bertolak ke markas BPBD Agam untuk menjemput selimut untuk pengungsi.

Sementara, informasi yang dihimpun kaba12, upaya bantuan untuk para korban banjir bandang masih didukung BPBD, Satpol. PP dan Dishub Agam bersama camat, walinagari, forkopimca Tanjung Raya, Polres Agam dan jajaran TNI bersama warga setempat, sementara para kepala OPD Pemkab. Agam pendukung dalam penanganan pasca bencana tidak terlihat di lapangan termasuk membantu para pengungsi.

(HARMEN)

0Shares