BPBD Kab. Agam

Batu dan Kayu Besar di Aliran Sungai Rangeh, BPBD Agam Gelar Operasi Khusus

Bayua, kaba12 — BPBD Agam bersama unsur tim gabungan siapkan operasi khusus pembersihan material besar yang berada di sepanjang aliran Sungai Rangeh, Nagari Bayua, kecamatan Tanjung Raya yang bertaburan di sepanjang jalur aliran sungai sampai ke hulu.

Tumpukan material batu dan kayu-kayu itu terbongkar pasca banjir bandang yang terjadi di Sungai Rangeh, Minggu pekan lalu yang saat ini menghambat jalur aliran sungai sehingga berpotensi menutupi aliran sungai, sehingga berpotensi memicu ancaman banjir bandang serupa jika curah hujan tinggi.

Dijadualkan Jumat, (15/12) ini, tim gabungan BPBD Agam akan menggelar operasi khusus pembersihan aliran Sungai Rangeh, dengan menurunkan setidaknya 25 chinshaw dan alat pemotong batu dan perangkat lain untuk membuka alur sungai yang tertutup material longsor.

Hal itu disebutkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang menyebutkan, operasi khusus pembersihan aliran Sungai Rangeh yang tertutup material longsor itu, merupakan hasil survei dan kajian tim khusus yang turun menyisir aliran sungai yang terpicu banjir bandang tersebut, Kamis, (14/12) kemarin.

Dijelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan jajaran terkait dan merumuskan solusi awal dengan menggelar operasi khusus pembersihan material longsor terutama kayu-kayu besar dan batu yang menghambat alur aliran sungai.

Ditambahkan, saat ini pihaknya sudah meminta dukungan chinshaw bersama operatornya pada berbagai pihak terkait diantaranya Satpol.PP-Damkar sebanyak 2 unit, DLH Agam 1 unit, KSB Maninjau 3 unit, KBS Balingka 1 unit, KSB Koto Tuo 1 unit, BPBD Agam 3 unit dan masyarakat Bayua 8 unit , “ target kita 25 unit chinshaw akan bergerak serentak untuk membersihkan material pasca bandang bandang di Sungai Rangeh, “ jelas Bambang Warsito.

Penyisiran tim khusus untuk survei pasca banjir bandang dan longsor di sepanjang aliran sungai sampai ke hulu Sungai Rangeh itu, menemukan kondisi mengerikan di sepanjang aliran sungai, terutama tumpukan batu-batu besar, dan gelondongan kayu yang tersangkut di aliran sungai, sehingga dikuatirkan akan jadi pemicu terjadinya banjir bandang susulan jika tidak ditangani segera.

(HARMEN)

0Shares
To Top