Maninjau,kaba12 — Beragam bantuan untuk korban terdampak bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah kecamatan Tanjung Raya, hingga Senin, (24/7) masih terus mengalir.
Mayoritas bantuan yang masuk baik ke posko utama penanganan pasca bencana di Muko-Muko, Nagari Koto Malintang maupun diantar langsung ke posko penyangga di masing-masing jorong dalam Nagari Tanjung Sani, masih didominasi bantuan sembako dan logistic kebutuhan harian.

Sementara, informasi yang diperoleh kaba12, saat ini upaya penanganan pasca bencana kabupaten Agam sudah mulai mempersiapkan tahanan pemulihan dan rekonstruksi sarana terdampak, termasuk bangunan rumah milik warga, sehingga dibutuhkan dukungan dana dan material bangunan.

Hal itu diungkap Roza Syefridienti, Camat Tanjung Raya menjawab kaba12 di posko utama penanganan pasca bencana kabupaten Agam di Muko-Muko, Nagari Koto Malintang, kemarin.
Disebutkan, sesuai perkembangan penanganan pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Jumat,(14/7) lalu, saat ini masih dalam proses pembersihan material longsor yang menimbum badan jalan, saluran drainase, dan sarana lain yang terdampak.
Sesuai tahapan penanganan di lapangan, akan dilakukan proses pemulihan dan rekonstruksi berbagai sarana dan rumah-rumah warga terdampak, sehingga dibutuhkan dukungan dana dan material bangunan.
Terkait dengan upaya itu, Camat Tanjung Raya menyebutkan pihaknya sudah menginformasikan pada berbagai pihak, termasuk kalangan perantau yang berniat menyerahkan bantuan diharapkan bisa mendistribusikan dalam bentuk dana atau material bangunan,karena untuk logistic dan kebutuhan sembako sudah cukup memadai, hingga dua pekan masa tanggap darurat.
“ Kita berharap, dukungan dan bentuk bantuan dalam bentuk dana atau material bangunan, bisa dimanfaatkan untuk mendukung proses rekonstruksi bangunan, baik sarana maupun rumah warga yang terdampak, “sebutnya.

Saat ini, proses pembersihan material longsor dan banjir bandang yang menimbun 31 lokasi di 3 nagari di kecamatan Tanjung Raya masing-masing Nagari Koto Malintang, Nagari Tanjung Sani dan Nagari Sungai Batang masih terus berlangsung menggunakan alat berat yang diturunkan.
-HARMEN-
