Maninjau, kaba12.com — Akibat hujan lebat dan angin kencang yang melanda wilayah Kecamatan Tanjung Raya beberapa hari lalu, mengakibatkan naiknya “tubo belerang” di dasar Danau Maninjau.
Akibatnya, diperkirakan lebih dari 60 ton ikan dalam keramba jaring apung (KJA) milik masyarakat mati dan memutih di permukaan danau.
Bahkan, akibat bangkai ikan yang masih dibiarkan mengapung di permukaan danau karena dibuang pemilik KJA itu, sehingga membuat kawasan di sekitarnya berbau busuk menyengat.
“Bau busuk sudah menyebar sejak tiga hari terakhir, dipicu karena para petani KJA membuang bangkai ikan ke danau, sehingga membuat ikan mati tersebut terbawa ombak ke tepian, lalu mengeluarkan bau busuk,” kata Walinagari Duo Koto, Joni Safri, S.pd, Kamis (6/2).
Khusus di Nagari Duo Koto bau busuk juga tercium hingga ke pemukiman warga sekitar, sehingga masyarakat mengeluhkan akibat bau bangkai ikan yang mati tersebut.

Walinagari Duo Koto itu menghimbu para petani KJA menguburkan bangkai ikan ke tempat yang jauh dari pemukiman penduduk, dan tidak membuang bangkai ikan lagi ke danau.
“Ini sudah kami katakan kepada petani KJA agar tidak membuang bangkai ikan ke danau, namun petani tersebut membantah karena tidak punya tempat dan waktu untuk menguburnya,” ujar Joni.
Direncanakan Jumat (7/2), pihaknya bersama Pemkab Agam akan melakukan Goro di tepian Danau Maninjau khususnya di wilayah Nagari Duo Koto membersihkan bangkai ikan tersebut.
“Insyaallah usai sholat Jumat kita akan lakukan Goro massal di kawasan Linggai, kita juga berharap partisipasinya dari masyarakat agar kegiatan tersebut berjalan lancar,” tandasnya.
(Bryan)
