Lubukbasung, kaba12.com — LPPM Universitas Andalas (Unand) Padang bersama Pemkab.Agam, gelar seminar membahas kajian teknis pembentukan daerah otonomi baru (DOB) Kabupaten Agam di aula hotel Sakura Syariah, Lubukbasung, Selasa,(21/12/21).
Seminar yang dibuka Bupati Agam diwakili Rahman,S,Ip,MM, Asisten I Sekab.Agam yang dihadiri ketua DPRD Agam Dr.Novi Irwan, para kepala OPD Pemkab.Agam, para camat, walinagari, ketua Bamus Nagari, kalangan ninik mamak dan tokoh masyarakat lainnya dari seluruh wilayah kabupaten Agam.

Mengutip amcnews.com, Bupati Agam diwakili Rahman, Asisten I Sekab.Agam, dalam sambutannya menyebutkan rencana pembentukan DOB di kabupaten Agam sudah mengapung sejak lama, bahkan hal itu sudah disampaikan secara resmi pada DPRD Agam oleh masyarakat.
Ditambahkan Rahman, pemerintah memberi dukungan atas aspirasi yang disampaikan masyarakat yang diharapkan terbangun kesamaan persepsi dari semua stakeholder terhadap skenario pemekaran daerah Kabupaten Agam, yang tengah dibahas beberapa waktu belakangan.
Dan hal itu, ulas Asisten I Sekab.Agam itu lagi, seminar yang digelar Pemkab.Agam bekerjasama dengan LPPM Unand itu, untuk memetakan tantangan dan kendala dengan upaya menggali masukan dan saran dari semua pihak terkait dengan rencana pemekaran wilayah kabupaten Agam.
“ Kita berharap, berdasarkan data, masukan, saran serta berbagai potensi persoalan yang muncul yang disampaikan semua pihak terkait dengan rencana pemekaran wilayah kabupaten Agam itu, bisa diramu yang dijadikan kajian bersama, sehingga rencana pemekaran wilayah tersebut bisa direalisasikan, “ ungkap Rahman.

Sementara menurut Dr.Novi Irwan, Ketua DPRD Agam, menegaskan, pihaknya di DPRD Agam sangat mendukung rencana pembentukan DOB di Kabupaten Agam tersebut, namun hal itu bisa sesuai dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang didukung berbagai persyaratan dan fakto penduking lainnya.
Disebutkan Novi Irwan, dampak positif pemekaran wilayah kabupaten Agam, diantaranya bisa direalisasikan peningkatan kualitas pelayanan, pemerataan pembangunan, peningkatan efektivitas penyelenggaran pemerintahan dan pertumbuhan ekonomi serta aspek lain yang selama ini menjadi keluh kesah dan aspirasi masyarakat.
“ Namun, untuk merealisasikan DOB itu, perlu dukungan dan kajian semua pihak secara maksimal, sehingga rencana tersebut bisa terlaksana sesuai harapan semua pihak, “ ungkapnya.
Pembahasan DOB dan pemekaran kabupaten Agam itu, sudah cukup lama dibahas, bahkan dalam pekan lain, proses pembahasan yang melibatkan berbagai tokoh masyarakat masih terus berlanjut yang disebutkan akan menjadi bahan kajian yang direkomendasikan pada pemerintah pusat.
HARMEN
