Api Mengamuk di Batu Taba, 1 Warga Tewas Terbakar, 2 Rumah Jadi Abu

Lubukbasung,kaba12 — Warga Tanah Nyariang, Nagari Batu Taba, Kecamatan Ampek Angkek, gempar menyusul raungan sirene armada Pemadam Kebakaran yang membelah kesunyian pagi menjelang subuh, Selasa, (29/7). Warga setempat sontak langsung berhamburan ke luar rumah untuk memastikan kejadian apa sesungguhnya yang terjadi di pagi buta itu.

Warga setempat langsung panik, menyusul kobaran api yang dengan cepat membesar, menghanguskan 2 rumah permanen dan semi permanen, milik Mawardi, (60) dan Damian, (80). Dalam sekejab, api melalap dua rumah , saat para pemiliknya tertidur lelap.

Yang memilukan, salah seorang pemilik bernama Mawardi justru tidak bisa terselamatkan. Mawardi yang terkurung dalam kobaran api tidak bisa menyelematkan diri keluar rumah. Mawardi dilaporkan tewas terpanggang api dalam musibah kebakaran yang memilukan itu.

Kejadian kebakaran ini, dibenarkan Fauzi, Kadinas Satpol.PP-Damkar Agam melalui Eki Marlinda, Kabid.Damkar dan Alek Youhendri, Danru Damkar Agam di Biaro menjawab kaba12, Selasa, (29/7) pagi.

Dijelaskan, kebakaran itu, terjadi Selasa, (29/7) menjelang subuh, sekitar pukul 03.00 WIB, dimana warga melihat kobaran api yang dengan sangat cepat membesar di rumah Edi yang terbakar. Bahkan, api dengan sangat cepat membesar, dan menyambar lokasi lain.

Respon cepat, tim Damkar Agam yang langsung datang ke lokasi kejadian, mengerahkan 2 armada pemadam dari posko Biaro dan posko Sungai Tanang, dibantu tim Damkar Kota Bukittinggi yang mengerahkan 1 unit armada pemadam dan 1 ranger.

Dijelaskan Alek Youhendri, proses pemadaman kobaran api berlangsung cukup panjang, bahkan sampai 2 jam, dibantu tim Polsek Ampek Angkek, warga bersama KSB , “proses pemadaman berlangsung hingga pukul 05.30 WIB, karena petugas pemadam berupaya mengantisipasi menjalarnya api ke lokasi lain, “jelasnya.

Yang mengenaskan, akibat kobaran api yang sangat cepat membesar, Edi yang bersama anak-anaknya terkurung dalam kobaran api, bahkan, anak-anak Edi yang sudah lebih dulu menyelamatkan diri semula tidak melihat Edi berada di luar rumah, sehingga anak-anaknya berupaya menyelamatkan korban yang masih terkurung dalam kobaran api.

Namun, upaya sang anak bersama warga yang mencoba membantu tidak berhasil, karena api sudah terlanjur membesar, sehinga tubuh korban langsung dilalap amukan api, dan tidak bisa diselamatkan, “korban meninggal dalam kejadian itu, “ungkap Alek Youhendri lagi.

Menjawab kaba12, Danru Damkar Biaro itu,menyebutkan saat ini petugas masih dalam proses penyelidikan terkait musibah kebakaran yang menewaskan 1 warga tersebut. Sementara jumlah kerugian akibat kejadian itu masih dalam proses penghitungan.

(HARMEN)

0Shares