Antisipasi Zoonosis, Distan Periksa Kesehatan Hewan Qurban

Bukittinggi, KABA12.com — Pemerintah kota Bukittinggi melalui dinas pertanian tanaman pangan, telah lakukan pemeriksaan kesehatan hewan qurban. Proses pemeriksaan dilakukan langsung sejumlah petugas yang terdiri dari medik dan paramedik serta staf Dinas Pertanian Tanaman Pangan kota Bukittinggi.

Pemeriksaan dilakukan sejak tanggal 16 hingga 24 Agustus 2018 dengan mendatangi semua Masjid dan Mushalla serta kelompok organisasi di kota Bukittinggi yang akan melakukan penyemblihan hewan qurban pada Idul Adha 1439 H ini.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan kota Bukittinggi, Melwizardi, menyatakan, pemeriksaan terhadap hewan qurban dilakukan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat dari penyakit zoonosis. Zoonis merupakan penyakit yang disebabkan oleh organisme infeksius seperti virus, bakteri, dan parasit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia.

“Guna melindungi masyarakat dari penyakit zoonosis untuk itu perlu dilakukan pemeriksaan hewan qurban dari penyakit – penyakit hewan menular seperti ngorok (SE), Anthrax, Jembrana, Brucellosis (keguguran) dan taeniasis (cacing pita). Untuk itu kami menurunkan tim sebanyak 8 orang yang terdiri dari medik veteriner dan paramedik veteriner serta staf Dinas Pertanian dan Pangan,” ujar Melwizardi.

Pemeriksaan hewan qurban ini dilaksanakan pada 122 masjid dan mushalla dan tempat penampungan sementara hewan qurban. Dimana, lokasinya berada di sekitar Bukittinggi seperti Jambu Air, Gaduik, Parik Putuih, Baso, Lasi, Kamang, Biaro, Bangaweh, Jangkak, dan daerah lainnya.

Ditambahkan Melwizardi bahwa langkah – langkah pemeriksaan hewan qurban ini adalah meliputi pemeriksaan ante mortem yaitu untuk menentukan apakah hewan qurban benar – benar sehat sehingga dagingnya tidak menggangu kesehatan manusia yang memakannya dan pemeriksaan post mortem yang dilakukan setelah hewan disemblih berupa pemeriksaan daging, organ – organ dalam dan pemeriksaan dilkukan dengan cara inspeksi yaiu melihat atau mengamati dengan mata, cara meraba serta menekan, jika diperlukan dilakukan penyayatan,”jelasya.

(Ophik)

0Shares