Antisipasi PMK, Bupati Agam Himbau Peternak Lakukan Program Vaksinasi

Lubukbasung, KABA12 — Bupati Agam Dr Andri Warman menghimbau seluruh peternak di daerah itu untuk melakukan vaksinasi bagi hewan ternak sebagai upaya antisipasi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Hal itu disampaikan bupati saat membuka gebyar peternakan dan kesehatan hewan tingkat Kabupaten Agam di Sekretariat Kelompok Kandis Jaya, Siguhung, Kecamatan Lubukbasung, Senin (30/10).

“Kami menghimbau seluruh peternak di Kabupaten Agam untuk membawa hewan ternaknya ke puskeswan terdekat untuk didata dan diberi vaksin, vitamin serta obat cacing. Hal ini bertujuan untuk menjaga kesehatan hewan ternak dan mencegah PMK,” ujar Andri Warman.

Dalam kesempatan itu, sebanyak 46 ekor hewan ternak milik Kelompok Kandis Jaya diberikan vaksinasi PMK dan vitamin agar kesehatan hewan terjaga dan terhindar dari penyakit.

“Dengan kegiatan ini diharapkan hewan ternak milik Kelompok Kandis Jaya dapat berkembang biak dengan baik, terhindar dari penyakit, serta melahirkan anak sapi yang sehat, berkualitas dan bernilai jual tinggi,” ungkapnya.

Ia menyebut bahwa banyak isu yang beredar di tengah masyarakat tentang pengaruh eartag dan pencegahan PMK pada hewan ternak. Seperti peternak menolak pemasangan eartag dengan alasan dianggap milik pemerintah, cacat dan tidak bisa dikurbankan, serta menurunkan harga jual.

Kendati begitu, Pemkab Agam melalui Dinas Pertanian menggelar gebyar peternakan dan kesehatan hewan dalam rangka pendataan hewan ternak dan mendukung optimalisasi vaksinasi PMK, serta memberikan edukasi kepada peternak.

Bupati menyebut dalam pendataan hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan lainnya itu meliputi pemberian tanda hewan ternak yang telah divaksinasi, belum divaksinasi, dan tidak divaksinasi.

Ia menyampaikan bahwa populasi hewan ternak di Kabupaten Agam terbilang cukup tinggi yakni mencapai 31.784 ekor dan kerbau 13.330 ekor.

Untuk itu upaya percepatan kegiatan peternakan dan kesehatan hewan akan dilakukan dalam beberapa kegiatan, diantaranya vaksinasi PMK, penandaan, dan pendataan hewan ternak.

“Kemudian pemeriksaan pengobatan massal, pemberian vitamin dan obat cacing serta melakukan edukasi-sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya PMK dan manfaat penandaan ternak,” jelasnya.-

(Bryan)

0Shares