Lubukbasung,kaba12 — Untuk mengantisipasi dampak kabut asap yang mulai menutupi wilayah udara di Kabupaten Agam perlu disikapi serius oleh masyarakat dan Pemkab.Agam.
Agar dampak tidak meluas dialami masyarakat, Pemkab.Agam diminta untuk mengedukasi warga sejak dini, tidak hanya untuk mewaspadai hal-hal yang menambah “runyam”kondisi seperti membakar sampah, membakar tungkul jagung bekas panen, membakar bekas pembersihan areal perkebunan, termasuk menganjurkan warga untuk memakai masker saat menjalankan aktivitas harian.
Untuk antisipasi, beberapa daerah di Sumbar, seperti Kota Padang sudah melakukan gerakan serupa, dengan menghimbau masyarakat untuk berperan mewaspadai dampak kabut asap dengan beberapa anjuran dan larangan, yang disebarluaskan di berbagai flatform media.
Sementara pantauan kaba12, Rabu, (6/9) di wilayah kabupaten Agam, khususnya di kawasan Barat, kondisi cuaca relative baik, dengan curah hujan ringan yang turun sejak pagi. Namun,terlihat endapan kabut asap terlihat mengendap di permukaan udara.
Usulan untuk edukasi warga itu disebutkan dr.Elvera Susanti, Sp,Pr-dokter spesialis paru RSUD Lubukbasung yang juga ketua IDI Cabang Agam kepada kaba12.
DR.Elvera Susanti yang merespon pemberitaan kaba12 sebelumnya terkait kondisi cuaca dengan kabut asap yang menebal dalam beberapa hari terakhir, termasuk potensi penyakit ISPA yang meningkat, jika tidak diantisipasi sejak dini, dikuatirkan dampaknya akan semakin meluas.
“ Kita usulkan, langkah edukasi dan sosialisasi pada masyarakat, sehingga potensi dampak yang bisa muncul, dengan sendirinya akan bisa ditekan sejak dini. Seperti yang sudah dilakukan Pemko.Padang, “sebutnya.
Sementara informasi yang diperoleh kaba12, kabut asap yang terus menebal di permukaan udara, khususnya di wilayah Lubukbasung, ditengarai dampak terjadinya kebakaran lahan di wilayah propinsi tetangga, khususnya Jambi, yang dikuatirkan volumenya akan terus meningkat, sehingga akan semakin berdampak pada daerah-daerah di Sumbar, termasuk kabupaten Agam.
-HARMEN-
