Maninjau, kaba12 — Proses pembersihan material yang menumpuk di sepanjang aliran sungai Batang Kurambik yang diduga jadi pemicu terjadinya banjir bandang di wilayah Jorong Kurambik, Nagari Koto Gadang, Kecamatan Tanjung Raya, berlanjut besok.
Alat berat DPUTR Agam yang diturunkan untuk proses normalisasi aliran sungai Minggu, (2/4) sudah menembus aliran sungai yang dipenuhi batu-batu besar dan menyingkirkan batang kayu yang memenuhi aliran sungai.

Direncanakan, proses pembersihan dalam rangkaian normalisasi sungai Batang Kurambik terjadi akan menjadi radius 1 kiometer kearah hulu sungai, yang diyakini menjadi solusi yang tepat untuk mengantisipasi terjadi banjir susulan.
Hal itu disebutkan Bambang Warsito, kepala BPBD Agam yang menyebutkan tim BPBD Agam bersama DPUTR, warga, pemerintah nagari Koto Gadang dan pemerintah kecamatan Tanujung Raya, sudah menyelesaikan proses pembersihan sepanjang Minggu, dan akan melakukan proses pembersihan Senin besok.
Disebutkan Bambang Warsito, proses pembersihan aliran sungai Batang Kurambik yang Kamislalu mengamuk, memicu banjir bandang yang menyebabkan 11 rumah warga terdampak, meremdam areal pertanian dan merusak berbagai sarana vital di wilayah itu.

“ Kita sepakati, penanganan dampak berlanjut dengan normalisasi aliran sungai bersama tim DPUTR Agam, yang langsung bergerak di lapangan. Mudah-mudahan, cuaca mendukung, sehingga proses normalisasi tidak terkendala di lapangan, “ungkap kepala BPBD Agam itu.
Ditambahkan, sepanjang Minggu, tim gabungan sudah berhasil membersihkan aliran sungai dengan radius yang cukup panjang, yang diharapkan dalam waktu sepekan kedepan, proses pembersihan dan normalisasi bisa tuntas.
Informasi yang diperoleh kaba12, aliran sungai Batang Kurambaik berada di pinggang bukit kawasan Tanjung Raya itu, merupakan salah satu aliran sungai yang cukup besar, yang selama ini diandalkan masyarakat untuk mengaliri irigasi persawahan dan perikanan di wilayah jorong Kurambik, Nagari Koto Gadang.
HARMEN
