Lubukbasung, kaba12 — Pembangunan gedung pengolahan air minum dalam kemasan (AMDK) yang akan dikelola PDAM Tirta Antokan merupakan ide Bupati Agam Dr.Andri warman dalam upaya mendorong peningkatan usaha perusahaan daerah tersebut.
Diharapkan dengan adanya unit usaha baru, PDAM Agam bisa lebih eksis tidak hanya dalam pengelolaan potensi sumber air bersih di wilayah kabupaten Agam, tapi juga diharapkan berdampak terhadap geliat ekonomi warga dan rekrutmen tenaga kerja.
Hal itu dijelaskan H.Edi Busti, Direktur PDAM Agam yang juga Badan Pengawas PDAM Agam dalam laporannya saat prosesi peletakan batu pertama pembangunan gedung senilai Rp.3,1 miliar yang memanfaatkan dana DAU tahun 2023 di Bandar Baru, Lubukbasung Rabu,(19/7).

Dijelaskan, tahun 2022 dilakukan proses verifikasi dan penentuan rencana lokasi pembangunan gedung AMDK yang akhirnya ditepatkan di eks gedung PDAM Tirta Antokan di Bandar Baru, dilanjutkan dengan studi kelayakan bisnis bekerjasama dengan pusat studi akuntansi dan keuangan negara Universitas Andalas.
Ditambahkan, tahun 2022 disiapkan alokasi anggaran Rp.3,1 Miliar untuk pengerjaan tahun anggaran 2023, yang baru Juli 2023 pembangunan pisiknya dilaksanakan karena proses pelelangan dan mekanisme lainnya yang harus diselesaikan Pemkab.Agam.

Edi Busti menambahkan, pendirian AMDK untuk meningkatkan diservikasi jenis usaha BUMD dengan memanfaatkan potensi dan peluang pendapatan, lapangan kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat, karena besarnya potensi yang dimiliki.
” Kami berharap, seluruh pihak memberi dukungan, mengingat hal itu menjadi salah satu terobosan yang dilakukan Pemkab.Agam dalam mendorong peningkatan hasil usaha PDAM Agam, yang dampaknya akan dinikmati masyarakat secara khusus, “ ulas Dewan Pengawas PDAM Agam itu.
Peletakan batu pertama pembanguan gedung AMDK itu dilakukan Bupati Agam Dr.Andri warman dan direktur PDAM Agam-Dewan Pengawas H.Edi Busti, dihadiri kepala OPD terkait dan unsur lain.
-HARMEN-
