Palupuh,kaba12 — Dampak curah hujan tinggi di wilayah Kabupaten Agam, kembali memicu dampak terhadap masyarakat. Akibat hujan lebat, ruas jalan nasional di Simpang Patai, Palupuah terban sehingga menutupi badan jalan, Senin, (24/11).
Hingga Senin ini, akses jalan masih belum bisa dilewati kendaraan, baik roda empat maupun roda dua, karena saat ini masih dalam proses pembersihan oleh petugas.

Ruas jalan Palupuah-Bukittinggi, yang menjadi jalur penghubung antara Sumatera Barat dengan Sumatera Utara, sejak Minggu kemarin, cukup banyak dihantam tanah longsor, sehingga menghantam akses transportasi yang dikenal padat di kawasan itu.
Seperti dijelaskan, Rabain, S,Sos, Sekretaris Camat Pulupuah, bahu jalan provinsi Simpang Patai – Palembayan terban, sehingga menutupi badan jalan Nasional Bukittinggi – Medan, sehingga tidak bisa dilalui oleh kendaraan, “tumpukan material longsor diperkirakan setinggi 50-100 centimeter dan panjang 15 meter, “ulas Rabain.
Ditambahkan, pihaknya bersama Kapolsek dan Danramil Palupuah sudah berkoodinasi DPU Sumbar dan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), untuk segera mengatasi kejadian tersebut, “kita berharap, pembersihan longsor segera tuntas, sehingga ruas jalan dapat kembali dilewati, “ulasnya.
Ditambahkan Sekretaris Camat Palupuah itu, selain jalan Nasional, ruas badan provinsi Simpang Angge ke Kabupaten 50 Kota di KM15 Bateh Gadang,Nagari Pagadih amblas, diperkirakan dengan kedalaman sekitar 2 meter dan panjang 10 meter yang mengakibatkan jalan ini hanya bisa dilalui oleh kendaraan roda dua,” tanda garis polisi sudah dipasang oleh pihak kepolisian, “ jelasnya.

Sementara di Kecamatan Palupuah itu, dalam dua hari terakhir, cukup banyak terdampak bencana, menyusul peningkatan curah hujan, terutama tanah longsor dan pohon tumbang, sehingga kerap berdampak terdampak masyarakat, “kami himbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melewati kawasan rawan longsor, “ulas Rabain lagi.
(HARMEN/HARI)
