Lubukbasung,kaba12 — Banjir bandang yang “menenggelamkan” wilayah Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan memicu luka mendalam. Dampak bencana hidrometeorologi yang terparah melanda Kabupaten Agam itu, memicu korban jiwa tak sedikit.
Hingga Senin,(1/12), data sementara korban meninggal mencapai 97 orang dengan 63 warga masih dinyatakan hilang, dan lebih dari 600 warga setempat mengungsi, dengan jumlah kerugian mencapai puluhan miliar.
Saat ini, masih banyak warga yang menyampaikan informasi keluarganya hilang pasca bencana banjir bandang menghantam wilayah it uke posko penanganan dampak bencana, termasuk menginformasikan melalui media sosial.

Bahkan, yang lebih mengerikan, Bupati Agam H.Beni Warlis menyebutkan ada lebih dari 300 warga di Salareh Aia Utara, yang diperkirakan masih tertimbun tumpahan lumpur akibat banjir bandang tersebut, khususnya di kawasan yang sebelumnya dikenal padat, yang saat ini rata dengan tanah berlumpur dan bebatuan.
Hingga saat ini, Bupati Agam, bahkan disampaikan pada berbagai pejabat daerah dan media, selain korban yang ditemukan dan hilang yang sudah terdata, masih ada 300-an warga Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan itu, yang diduga terbenam material banjir bandang, karena titik hantaman banjir bandang menghampar di 4 jorong masing-masing Jorong Koto Alam, Jorong Kampuang Tangah, Jorong Kampuang Timur, dan Jorong Subarang Aia, dengan jumlah korban terbanyak yang sementara ditemukan di Jorong Koto Alam.

“Kira perkirakan ada 300-an warga yang masih tertimbun, “ungkap Bupati H.Beni Warlis, yang sejak bencana dahsyat itu terjadi intens meninjau ke lapangan, termasuk berupaya membuka isolasi di kawasan itu, pasca banyaknya titik longsor yang menutup wilayah Palembayan, hampir di setiap sudut.
Kondisi ini ditengarai,karena masih banyak titik terdampak banjir bandang yang masih belum tersentuh proses pencarian, bahkan beberapa petugas gabungan di lapangan menyebutkan, ada beberapa lokasi yang belum dimasuki tim evakuasi, dengan bentangan aliran material banjir bandang yang mengarah ke sungai Batang Masang, termasuk kemungkinan tertimbun dalam ruang atau ruangan yang masih belum ditelusuri tim, mengingat banyak korban yang ditemukan di permukaan, tersekat disela batu dan kayu, termasuk terbenam lumpur.

Prediksi masih banyaknya korban yang tertimbun tumpahan material banjir bandang itu, masih terus diupayakan oleh tim SAR gabungan, yang terus bergerak hingga larut malam, menelusuri seluruh kawasan terdampak. Bahkan, personil rescue terus bertambah ke wilayah Salareh Aia Utara, termasuk dukungan personil dari Polda Riau, Minggu kemarin.
“Proses pencarian dan evakuasi korban menjadi prioritas termasuk proses distribusi logistic untuk warga terdampak bencana di seluruh titik terampak di kabupaten Agam, “jelas Rahmad Lasmono, Kalaksa BPBD Agam menjawab kaba12 di posko utama penanganan dampak bencana di Balairung Kediaman Resmi Bupati Agam,kemarin.
Sementara, data sementara jumlah korban meninggal di Kabupaten Agam sudah mencapai 120 orang, masing-masing di Salareh Aia Utara, yakni sebanyak 97 orang, kemudian korban banjir bandang di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur sebanyak 12 orang, di Kecamatan Tanjung Raya 8 orang, di Kecamatan Matur 1 orang, di Kecamatan Palupuah 1 orang dan di kecamatan Ampek Nagari 1 orang.
Jumlah korban yang dinyatakan hilang sebanyak 74 orang, masing-masing di Kecamatan Palembayan 63 orang, di Kecamatan Malalak 6 orang, di Kecamata Tanjung Raya 4 orang dan di Kecamatan Lubukbasung 1 orang, dengan total pengungsi sebanyak 6.300 orang yang tersebar di Kecamatan Palembayan,Ampek Nagari,Lubukbasung, Tanjung Mutiara, Palupuah, Tanjung Raya, Matur, IV Koto, Banuhampu dan Baso.
(HARMEN)
