5 Kecamatan Butuh Pasokan Air Bersih, Jaringan PAMSIMAS Lumpuh di Agam

Lubukbasung,kaba12 — Lima kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi 2025 di Kabupaten Agam, saat ini krisis air bersih. Pasalnya, sejak hantaman banjir bandang, banjir dan tanah longsor yang secara beruntun terjadi mulai Sabtu, (23/11) berlanjut hingga Minggu, (30/11), membuat seluruh sarana dan jaringan air bersih putus total.

Bahkan, jaringan utama distribusi air bersih yang dikelola program PAMSIMAS di berbagai kecamatan tersebut hingga kini lumpuh tak berdaya menangani dampak luar biasa yang merusak berbagai fasilitas pendukung air bersih di berbagai pelosok kecamatan dan nagari tersebut.

Lima kecamatan terdampak bencana terparah di kabupaten Agam, yang saat ini sangat membutuhkan bantuan distribusi air bersih kecamatan Tanjung Raya, Kecamatan Palembayan, Kecamatan Malalak, Kecamatan Matur dan Kecamatan IV Koto, yang di berbagai titik, terpaksa memanfaatkan air hujan untuk aktivitas harian, termasuk di posko-posko pengungsian,karena sumber air dan jaringan distribusi air bersih putus.

Bahkan, mayoritas air sungai yang selama ini dimanfaatkan warga, saat ini tidak lagi dapat digunakan, pasalnya selalu aliran sungai yang semakin besar dan berbahaya, juga air yang mengalir keruh bercampur lumpur.

Hal itu dibenarkan Roza Syefridianti, Kadinas Kominfo Agam menjawab kaba12, menyusul perkembangan kondisi di lapangan, termasuk kebutuhan mendesak warga di wilayah terdampak bencana di Kabupaten Agam.

Wilayah Kabupaten Agam, yang merupakan daerah terparah terdampak bencana hidrometeorologi 2025, dari total 13 wilayah terdampak, 5 kecamatan saat ini sangat membutuhkan bantuan air bersih, bahkan di beberapa titik terjadi krisis air bersih, karena sumber air bersih yang selama ini menggunakan PAMSIMAS hancur dan rusak parah,”itu merata di 5 kecamatan terdampak, “sebutnya.

Sementara untuk kebutuhan air minum, warga memanfaatkan bantuan air mineral yang disalurkan berbagai pihak untuk korban terdampak bencana, sementara untuk kebutuhan harian, warga terpaksa menampun air hujan, atau menggunakan aliran sungai yang kondisinya masih keruh.

Untuk penanganan di lapangan, posko utama didukung posko kecamatan dan nagari,di beberapa titik sudah menurunkan bantuan, terutama pasokan air bersih melalui mobil tangki dari berbagai pihak, termasuk penyedian tandon penampung air yang kini dimanfaatkan warga terdampak bencana.

(HARMEN)

0Shares