Oleh : H.Teddy Martha
Tiga puluh dua tahun telah berlalu sejak penetapan Lubuk Basung sebagai ibu kota Kabupaten Agam. Momentum bersejarah ini menjadi titik balik perjalanan pemerintahan daerah, yang sejak tahun 1993 memusatkan aktivitas birokrasi, perencanaan pembangunan, hingga pelayanan publik di jantung Agam bagian Barat. Lubuk Basung kini terus tumbuh sebagai pusat baru, menggeliat dalam geliat pembangunan dan dinamika masyarakat.
Kemajuan Yang Terus Bertumbuh
Selama lebih dari tiga dekade, pembangunan di Lubuk Basung menunjukkan progres yang signifikan. Pusat perkantoran Pemda telah berdiri megah. Sarana pendidikan, kesehatan, infrastruktur jalan, dan fasilitas umum terus dibenahi. Gedung-gedung pemerintahan, lembaga pendidikan menengah hingga tinggi, fasilitas olahraga, serta ruang-ruang publik menjadi saksi perubahan kota ini dari waktu ke waktu.
Tidak hanya itu, geliat ekonomi mulai terasa di sepanjang jalan-jalan utama. Pasar tradisional yang diperkuat, sektor UMKM yang semakin hidup, dan kehadiran pelaku usaha lokal maupun luar menandai bahwa Lubuk Basung tengah menapak ke arah kota perdagangan yang diperhitungkan.
Harapan ke Depan: Menjadi Kota Strategis Kabupaten Agam

Namun, kemajuan yang diraih hari ini tidak boleh membuat kita berpuas diri. Ke depan, Lubuk Basung diharapkan benar-benar menjelma sebagai pusat pertumbuhan baru, bukan hanya sebagai simbol administratif, tetapi sebagai pusat pemerintahan, kota pendidikan, dan kota perdagangan di Kabupaten Agam.
Harapan ini tentu bukan utopia. Dengan letak strategis, luas wilayah yang memadai, dan potensi sumber daya manusia yang terus tumbuh, Lubuk Basung memiliki segala syarat untuk menjadi pusat gravitasi pembangunan Agam.
Dukungan Penuh terhadap Program Unggulan Bupati
Peringatan 32 tahun ini juga menjadi saat yang tepat untuk menyatakan dukungan penuh terhadap program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Agam, Benny Warlis dan M Iqbal
Program unggulan yang dituangkan dalam RPJMD harus dijadikan pijakan oleh seluruh jajaran Pemkab Agam, termasuk dalam upaya memperkuat posisi Lubuk Basung sebagai pusat pemerintahan, pendidikan dan perdagangan. Dengan sinergi antar-OPD, dukungan dari masyarakat, dan keseriusan dalam implementasi, program unggulan ini bukan sekadar wacana, tetapi akan jadi realita yang mengubah wajah Agam ke depan.
Tegas: Lubuk Basung Harus Jadi Pusat Pemerintahan, Pendidikan dan Perdagangan
Tak ada waktu lagi untuk setengah hati. Lubuk Basung harus ditegaskan sebagai pusat pemerintahan, pendidikan dan perdagangan Kabupaten Agam. Artinya, penataan ruang, pengembangan kawasan, kebijakan investasi, dan penguatan kualitas SDM harus diarahkan ke sana.
Pusat pelayanan publik, Fasum Pendukung, Perguruan tinggi, pesantren, sekolah unggul, pusat pelatihan vokasional harus terus ditumbuhkan dan diperbanyak serta didukung. Di saat yang sama, sektor perdagangan perlu difasilitasi dengan zona-zona ekonomi, kemudahan izin usaha, serta penguatan logistik dan transportasi.
Catatan Kritis: Tinggal di Wilayah Tugas
Namun, keberhasilan visi besar ini hanya akan tercapai jika seluruh pejabat Pemerintah Kabupaten Agam berkomitmen penuh terhadap tempat tugasnya. Lubuk Basung adalah pusat pemerintahan maka Aparatur Pemkab Agam harus menunjukkan komitmen moral dan kedinasan dengan menjadikan kota ini sebagai tempat tinggal utama.
Dengan tinggal di wilayah tugas, para pejabat tidak hanya hadir secara fisik, tapi juga secara psikologis dan sosial untuk mendorong kemajuan Lubuk Basung.
Momentum 32 tahun ini bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi panggilan untuk menegaskan kembali komitmen kita pada arah pembangunan daerah. Lubuk Basung adalah milik kita, ibu kota kita, dan masa depan kita. Dengan kerja keras, semangat kebersamaan, dan kesungguhan niat, Lubuk Basung akan tumbuh menjadi kota yang dibanggakan oleh seluruh masyarakat Agam. Semoga .-(*).-
