Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 30 orang pelajar se kota Bukittinggi, mengikuti pemilihan pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Bukittinggi ini, dilaksanakan di meeting room Hotel Bunda, Selasa (10/04).
Kabid Lalin dan Parkir Dishub Bukittinggi, Reka Syahrul menjelaskan, pesert merupakan 30 orang pelajar, yang merupakan dua perwakikan dari SMA se derajat kota Bukittinggi. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka sosialisasi keselamatan berlalu lintas kepada masyarakat, khususnya pelajar.
“Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari. Peserta diberikan materi oleh narasumber dari kepolisian, jasa raharja, dinas perhubungan, dinas pendidikan dan dinas kesehatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Bukittinggi, Elvis Sahri Munir, menjelaskan, pemilihan pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas ini, dilakukan bukan sekedar untuk seremonial.
Namun lebih ditekankan untuk menciptakan pemahaman kepada pelajar, terkait pentingnya keselamatan berlalu lintas.
“Kecelakaan lalu lintas, sering terjadi di Bukittinggi dan pada umumnya yang menjadi korban, remaja atau pelajar. Untuk itu, kami berharap, peserta dapat mempelajari masalah lalu lintas ini. Ilmu yang didapat, diharapkan bisa ditularkan dan disosialisasikan kepada pelajar lainnya, keluarga dan lingkungan sekitar,” ujar Elvis.
Lebih lanjut, Elvis memaparkan, ada empat faktor penyeban kecelakaan lalu lintas, sesuai data dari KNKT. Faktor manusia sebesar 60 persen. Ini terjadi karena banyak manusia yang lalai dalam berlalu lintas. Kedua faktor kendaraan sebesar 28 persen, terkait kelengkapan keamanan berlalu lintas, seperti, helm, spion dan lainnya. Ketiga, faktor jalan sebesar 9 persen, seperti marka jalan, traffic light, dll. Terakhir, faktor cuaca sebesar 3 persen, seperti hujan dan kabut, yang dapat menghalangi jarak pandang dalam berkendara.
“Dari data itu, kita dapat mengetahui, faktor manusia (human error) penyebab tertinggi terjadinya kecelakaan. Bahkan dari data yang ada, di Indonesia, tercatat 3 orang meninggal dunia setiap menitnya karena kecelakaan. Untuk itu, ini harus diantisipasi, dimulai dari pelajar. Sehingga pelajar yang menjadi pelopor, dapat mensosialisasikan ilmunya kepada pelajar lain,” jelasnya.
Dari kegiatan ini nanti, akan dipilih dua orang pelajar pelopor keselamatan berlalu lintas untuk Bukittinggi. Satu pasang pelajar pelopor Bukittinggi nanti, akan dikirim untuk pemilihan pelajar pelopor tingkat Sumatera Barat.
(Ophik)
