3 Cluster Paparan Covid-19 di Agam, Indra Catri : Jejaring AG Lebih Potensial

Lubukbasung, kaba12.com — Masyarakat kabupaten Agam di berbagai kecamatan, baik di Lubukbasung, Baso, Ampek Angkek, Canduang, Tilatang Kamang dan berbagai wilayah lain, saat ini semakin resah menunggu siaran Pers bupati Agam terkait dengan hasil pemeriksaan labor pengembangan pemeriksaan kasus warga positif terpapar covid-19, baik cluster pasien J maupun pasien AG.

Hasil tracing yang berlanjut dengan pemeriksaan swab di Labor Unand Padang, yang disampaikan Kamis,(7/5) 3 dari 57 orang petugas Puskesmas Baso dan 1 orang dari Puskesmas Lasi, yang diulang pemeriksaan swabnya dinyatakan positive covid-19.

57 orang yang diulang pemeriksaannya ini merupakan hasil tracking dari PDP “AG” warga Koto Baru, Baso yang diambil sejak tangal 4 Mei lalu. Empat orang 4 orang dinyatakan positif yaitu “JM , MZ, RY dan SS “, 25 orang dinyatakan negative, sedang 18 orang dinyatakan inklusif dan invalid perlu diulang lagi.

Menyikapi kegelisahan masyarakat itu, Bupati Agam Dr.H.Indra Catri mengaku sangat memahami suasana bathin yang terjadi saat ini ditengah masyarakat, apalagi saat ini,upaya melawan penyebaran covid-19 juga masih terus berlangsung, “ kami berharap masyarakat bersabar, berdoa sekaligus berikhtiar untuk dan tetap menjalankan protokol penanganan covid-19.

Terkait dengan lanjutan penanganan cluster AG dan J, Indra Catri meminta tim GTP2 Covid-19 Agam agar segera mengantarkan empat orang petugas yang dinyatakan positif ini untuk diisolasi di lokasi karantina propinsi BPSDM Padang Besi.

Dijelaskan Indra Catri, sejalan dengan itu sejumlah orang yang ditengarai terkontak langsung dengan mereka terus ditracking, diminta untuk melapor dan melaksanakan isolasi mandiri dirumahnya masing-masing, karena pengambilan swabnya Jum’at hari ini.

Disebutkan Indra Catri, fakta di atas, menambah deretan petugas Agam yang positif terpapar covid-19 dan sampai saat ini, petugas Puskesmas Baso yang terpapar covid 19 positif sudah 7 orang, 1 orang petugas Puskesmas Lasi, “ saat ini kita cemas karena masih ada sekitar 18 orang lagi hasil swabnya harus diulang,” ujarnya.

Ditambahkan Indra Catri, sejalan dengan pengambilan dan pemeriksaan swab cluster “AG” di Baso, saat ini juga sedang dilakukan pemeriksaan hasil swab terhadap petugas Puskesmas Lubukbasung OTG Positiv “WM”, tenaga labor Puskesmas Lubukbasung.

“ Kemaren kita sudah mengambil sekitar 100 sampel swab terhadap jajaran Puskesmas Lubukbasung serta beberapa orang petugas Dinkes Agam dan RSUD Lubukbasung. Kita berharap hasil labornya segera diketahui, untuk menentukan tindakan lebih lanju,” tegas Indracatri.

Terkait dengan perkembangan kondisi itu, Indra Catri memberikan catatan khusus, bahwa proses tracking yang dilakukan di Agam dibagi dalam 3 cluster yakni cluster “JN”, cluster “AG” dan cluster “WM”.

Cluster J- 1 Orang Terpapar

Dijelaskan, ketiga cluster tersebut memiliki karakter yang berbeda dan cukup menarik untuk dicermati dan terlihat sangat berpengaruh terhadap pola penyebaran covid 19 di Agam. Pertama “ J” sebagai urang sumando di Agam,dalam kesehariannya lebih banyak bekerja di Payakumbuh. Kalau pulang ke rumah anaknya di Padang Tarok biasanya sudah larut malam dan besok pagi-pagi sudah kembali lagi lagi ke payakumbuh.

Waktunya untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungannya sangat terbatas di Padang Tarok, hal ini dibuktikan hanya salah seorang dari dua anaknya yang terpapar covid-19 di Padang Tarok.

CLuster AG Jejaring Lebih Potensial

Beda dengan “AG” di Koto Baru Baso yang merupakan sosok yang sangat komplit selaku orang Agam, tokoh di kampungnya, seorang pengrajin peralatan pancing yang memiliki banyak kontak dan langganan. AG juga sosok orang tua yang taat beribadat ke mesjid dan memilki pergaulan cukup luas, baik di pasar maupun di lapau.

Disamping itu anak-anaknya juga termasuk orang-orang yang memiliki jaringan luas ditengah masyarakat, antara lain berprofesi guru dan dokter,” catatannya, jejaring “AG” lebih potensial dibandingkan J dalam penyebaran covid19,” jelas Indra Catri.

Dijelaskan Bupati Indra Catri,berdasarkan hasil tracing cluster “AG” ternyata rekam jejaknya sangat luas. Fakta lapangan menunjukan bahwa aktifitasnya sangat bervariasi, melakukan banyak kontak dengan orang lain, dengan sebaran geografis yang luas.AG tercatat sebagai jama’ah shalat Jumat dan Tarwih di Surau Labuah, sempat singgah di Pasar Koto Baru dan Pasar Baso, serta mengunjungi beberapa toko langganannya di Aur Kuning Bukittinggi.

Cluster WN Menunggu Hasil Labor

Beda lagi kasusnya dengan “ WM”, tenaga labor di Puskesmas Lubukbasung yang dikenal cukup supel dalam pergaulan, memiliki banyak teman, serta memiliki kegiatan usaha tambahan diluar jam dinas dan memiki banyak kontak pada beberapa kantor di Lubukbasung, 10 hari kebelakang, “WM” tercatat pernah berbelanja ke Aur Kuning, Ke Pasar Padang Baru dan Pasar Lama,Lubukbasung.

Sama halnya dengan “WM” suaminya juga suka bergaul dan banyak teman dan dengan sendirinya juga memiliki banyak kontak dan tersebar luas. Sebagai seorang driver bus ke Pekan Baru juga sering melakukan perjalanan jauh. Tercatat juga sering berbelanja di Pasar Padang Baru dan Pasar Lama Lubukbasung.

“Sampai hari ini dari cluster “J” ditemui 1 orang OTG positif dan kita terpaksa men-swab sebanyak 14 orang, tapi belum berakhir. Dari cluster “AG” ditemui sebanyak 11 orang positif dan hingga hari ini sudah men-swab 110 orang. Sedangan dari cluster “MW” kita sudah men-swab 130 orang. Ini baru tahap awal dan kita baru bisa melihat prospeknya bila hasil swab pertama keluar besok,” terang Indra Catri.

“ Jadi banyak pembelajaran yang bisa kita dapatkan dari tiga kasus tersebut. Penyebaran corona sangat tergantung dengan pergerakan orang dan kontak parson terutama yang tepapar virus covid-19. Makanya diberlakukan PSBB. Anjuran di rumah saja, jaga jarak, pakai masker, sering cuci tangan, dan gerakan Anda selamatkan Saya dan Saya selamatkan Anda sangat penting diterapkan, “ tegas Indra Catri lagi.

HARMEN

0Shares