Habiskan Dana Rp10,8 M, Pembangunan Masjid Sirah di Tiku Dimulai

Tiku, KABA12 — Bupati Agam Dr.Andri Warman letakkan batu pertama proyek pembangunan Masjid Sirah di kawasan Muaro Mati Pasia Tiku, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Selasa (27/6).

Dalam kesempatan itu, Bupati Agam mengucapkan terimakasih kepada masyarakat Tiku Selatan yang sudah menyumbangkan tanah untuk pembangunan Masjid Sirah.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat
yang sudah bersedia menyumbangkan tanah untuk pembangunan Masjid Sirah yang merupakan program unggulan Pemkab Agam,” kata Andri Warman kepada wartawan, Selasa.

Dikatakan, pembangunan Masjid Sirah sudah direncanakan sejak tahun 2021, namun sempat tertunda karena Covid-19 sehingga baru bisa terlaksana tahun 2023.

“Alhamdulillah salah satu program unggulan akhirnya terwujud tahun ini sehingga hari ini dilakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Sirah,” ujarnya.

Bupati membeberkan, alasan diberi nama Masjid Sirah karena mengikuti warna khas Kabupaten Agam yaitu warna merah.

“Warna bendera orang agam itu merah, makanya diberi nama Masjid Sirah. Karena merah adalah ciri khas Rang Agam,” ungkapnya.

Pihaknya memastikan bahwa analisis dampak lingkungan atau AMDAL pembangunan Masjid Sirah dinyatakan selesai tanpa masalah, sehingga pelaksanaan pembangunan dimulai.

“Untuk AMDAL, sebelumnya sudah dipelajari dan selesai tanpa masalah. Sudah clear,” kata Andri Warman.

Lebih lanjut disebutkan, pembangunan Masjid Sirah menghabiskan dana APBD Agam tahun 2023 sebesar Rp10,8 Miliar. Sedangkan pelaksanaan pembangunan tahap pertama akan memakan waktu selama 210 hari kalender.

“Pembangunan tahap pertama kita targetkan rampung dalam waktu 210 hari kalender atau sekitar 7 bulan,” sebutnya.

Ia menambahkan, pembangunan masjid dengan kubah berwarna merah itu diharapkan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan untuk beribadah. Apalagi lokasi pembangunannya berada di bibir pantai, sehingga diharapkan dapat mendorong sektor pariwisata Pantai Tiku.

“Selain untuk kepentingan agama, pembangunan masjid juga bertujuan untuk mengembangkan pariwisata di Tiku, karena sangat berpotensi sekali untuk dikembangkan,” sebutnya.

Menurutnya, apabila kunjungan wisatawan ke Pantai Tiku meningkat maka kehidupan masyarakat setempat juga meningkat seiring dengan banyaknya lapangan pekerjaan.

“Selain itu, pengelolaan Masjid Sirah nantinya diserahkan kepada pemerintah nagari dan pemuda setempat,” ujarnya.

Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs Edi Busti menyebutkan, pembangunan Masjid Sirah merupakan salah satu program unggulan kepala daerah yang terwujud. Ia menyebut, pembangunan fisik dikerjakan oleh PT. Graha Cipta yang terdiri dari 3 item pembanguan yakni bangunan masjid, tempat wudhu, dan halaman parkir.

“Pembangunannya dilakukan secara bertahap sampai tahun 2025. Karena ada beberapa item lagi yang mesti dilaksanakan terhadap masjid ini, salah satunya menara masjid dan beberapa kawasan di sekitaran masjid,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan pembangunan Masjid Sirah terintegrasi oleh seluruh OPD. Mulai dari dinas pariwisata pemuda dan olahraga, dinas ketahanan pangan dan perikanan, dinas perhubungan, dinas koperasi dan UMKM, hingga dinas pertanian.

“Artinya kawasan ini adalah kawasan pariwisata terpadu yang pelaksanaan kegiatannya secara berkelanjutan atau sustainable,” kata Edi Busti.

Ia berharap agar seluruh lapisan masyarakat dapat mendukung kegiatan pembangunan ini dalam rangka memajukan sektor pariwisata di Agam.

“Mari sama-sama kita dukung kegiatan pembangunan Masjid Sirah ini untuk kemajuan daerah. Karena ini adalah awal dari pengembangan kawasan destinasi pariwisata baru berbasis religius di Kabupaten Agam,” jelasnya.

(Bryan)

0Shares