Lubukbasung, KABA12.com — Jelang Ramadhan 1438 H, Stasiun Geofisika Padang Panjang sebagai salah satu UPT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) tengah mempersiapkan langakah pengamatan hilal terkait jatuhnya 1 Ramadhan 1438 H.
Dalam pengamatan tersebut, Stasiun Geofisika Padang Panjang akan bekerja sama dengan Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Sumatera Barat.
Direncanakan, pengamatan tersebut akan dilaksanakan pada saat Matahari terbenam, pada hari Jumat, (26/05) mendatang, sebagai penentu awal Bulan Ramadlan 1438 H.
Selain itu, pengamatan hilal juga dilaksanakan berdasarkan Waktu Konjungsi (Ijtima’) dan Terbenam Matahari. Konjungsi geosentrik atau konjungsi atau ijtima’ tersebut merupakan peristiwa ketika bujur ekliptika Bulan sama dengan bujur ekliptika Matahari dengan pengamat diandaikan berada di pusat Bumi.
Peristiwa ini akan kembali terjadi pada hari Kamis, (25/05), pukul 19 : 44 UT atau Jumat, (26/05), pukul 02 : 44 WIB, pukul 03 : 44 WITA dan pukul 04 : 44 WIT atau ketika nilai bujur ekliptika Matahari dan Bulan tepat sama 66,776o.
Selain itu, periode sinodis Bulan sendiri terhitung sejak konjungsi sebelumnya hingga konjungsi yang akan datang adalah 29 hari 7 jam 28 menit.
Sementara itu, waktu terbenam Matahari dinyatakan ketika bagian atas piringan Matahari tepat di horizon- teramati. Di wilayah Indonesia, pada tanggal 26 Mei 2017, waktu terbenam Matahari paling awal terjadi pada pukul 17 : 26 WIT di Merauke, Papua dan paling akhir terjadi pada pukul 18 : 49 WIB di Sabang, Aceh. Sedangkan Untuk wilayah Sumatera Barat 18:13 WIB sampai jam 18:22 WIB sesuai dengan daerahnya.
Dengan demikian, dapat dikatakan konjungsi terjadi sebelum Matahari terbenam tanggal 26 Mei 2017 di wilayah Indonesia. Maka, bagi yang menerapkan rukyat dalam penentuan awal bulan Ramadlan 1438 H, secara astronomis pelaksanaan rukyat hilalnya dilakukan setelah Matahari terbenam tanggal 26 Mei 2017. Sementara bagi yang menerapkan hisab dalam penentuan awal bulan Ramadlan 1438 H, perlu diperhitungkan kriteria-kriteria hisab saat Matahari terbenam tanggal 26 Mei 2017 tersebut.
(Dany)
