Yudi Kurnia, Eks.Pemasang Interior di Malaysia, Sukses Budidaya Pisang di Pasia Laweh

Palupuah, kaba12.com — Budidaya tanaman pisang sangat menjanjikan untuk peningkatan ekonomi. Hal itu dibuktikan dengan semakin berkembangnya komoditi ini di kabupaten Agam, khususnya di kecamatan Palupuah.

Hal ini, dibuktikan sukses yang dirilis Yudi Kurnia,(39), warga Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuah, yang menginisiasi pengembangan komodisi pisang di kampung halamannya sejak pandemic covid-19 melanda dunia.

Bahkan, yang luar biasa, Yudi Kurnia rela meninggalkan usahanya yang berkembang pesat di Negara Malaysia sebagai pemasang interior terkemuka di negara itu, bahkan dengan omset yang cukup besar, dia memilih pulang kampung karena dampak pandemic.

Kini, komiditi pisang yang dikelolanya justru sudah semakin besar, bahkan sukses menjadi salah satu produk andalan di wilayah itu, bahkan menjadi kebanggaan tersendiri bagi kabupaten Agam.

Yudi Kurnia kepada Pers saat mendatangi lokasi pengembangan tanaman pisang di Pasia Laweh menyebutkan, budidaya pisang mulai dikembangkannya sejak awal tahun 2020 dengan jumlah awal sebanyak 400 batang.

Berkat keuletannya dalam memelihara dan mengembangkan komoditi itu, saat ini Yudi Kurnia mulai menikmati hasilnya, bahkan dia mengaku enggan untuk kembali merantau ke Malaysia, padahal pekerjaannya di negara itu justru menjanjikan keuntungan yang lebih besar.

” Alhamdulillah, saat ini, kita bisa panen 20-25 tandan sepekan, dengan harga bervariasi sesuai ukuran tandan,” sebutnya.

Ia menjalaskan, harga terendah penjualan pisang ini Rp40.000 per tandan, sedangkan masa panen bisa 1 kali sepekan terkadang 1 kali 2 pekan.

Budidaya pisang ini dilakukan di lahan yang berada di kawasan perhutanan sosial. Usahanya itu diwadahi Kelompok Tani Petani Muda Comunity. “Bibit pisang dulunya kita beli ke Kampuang Pisang, Nagari Koto Panjang, Kecamatan IV Koto sebanyak 400 batang,” terangnya.

Kini tanaman pisang miliknya sudah berkembang, bahkan ia juga melayani masyarakat yang ingin mendapatkan bibit di kebunnya itu. “Ada dari daerah tetangga yang beli bibit pisang kesini seperti Kabupaten Pasaman, dengan harga per batang Rp10.000,” ujarnya lagi.

HARMEN

0Shares