Sianok, kaba12 — Potensi terban dan tanah longsor di sepanjang tebing Ngarai Sianok, wilayah perbatasan Agam-Kota Bukittinggi, Sabtu,(8/4) relative tinggi, menyusul masih terjadinya gempa susulan dengan episentrum di wilayah Bukittinggi.
Sejauh ini, pasca longsor pertama di batas Agam-Bukttinggi, masih terjadi longsor susulan, termasuk potensi terbannya dinding Ngarai Sianok, karena di beberapa titik terlihat retakan memanjang yang mengundang kekuatiran banyak pihak.

Hingga Sabtu siang, tidak diperoleh informasi adanya korban dampak terbannya dinding Ngarai Sianok yang masuk dalam wilayah Nagari Sianok VI Suku, Kecamatan IV Koto, Agam tersebut, namun seluruh untuk terkait sudah berada di lokasi kejadian, baik Kapolreta Bukittinggi, personil TNI, personil BPBD Agam, Damkar Agam, KSB dan personil pendukung lainnya.
Informasi yang dihimpun kaba12, dari berbagai pihak, pasca gempa berkuatan 4.5 magnitudo, terjadi sekitar pukul 12.21 WIB di kedalaman 10 KM, dengan lokasi gempa 0.30 LS, 100.28 BT, 9 km Barat Laut Bukittinggi, Sumatra Barat.
Getaran gempa ini, membuat panic warga yang tengah bersiap melaksanakan shalat Dzuhur, bahkan banyak warga yang berhamburan ke luar rumah karena panic dan kuatir dampak gempa tersebut.
Seperti diberitakan kaba12 sebelumnya, dampak gempa yang terjadi, tidak hanya memicu kepanikan warga, tapi juga menyebabkan dinding Ngarai Sianok terbam di kawasan perbatasan Agam – Bukittinggi.

Sejauh ini, tidak diperoleh informasi adanya korban, termasuk dampak kerusakan yang terjadi akibat terbamnya tebing Ngarai Sianok tersebut. Namun, aparat terkait sudah berada di lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan mengantisipasi berbagai kemungkinan.
Informasi yang diperoleh kaba12 dari Alek Youhendri, Danru Damkar Agam yang langsung siaga di lokasi kejadian di Ngarai Sianok menyebabkan, dampak terbannya tebing Ngarai Sianok persis di wilayah perbatasan Agam-Bukittinggi itu, menutupi badan jalan di ruas itu.
Namun, petugas masih memantau perkembangan kondisi, karena di dinding ngarai terlihat adanya retakan besar memanjang, yang dikuatirkan akan memicu longsor susulan, jika ada guncangan atau curah hujan tinggi.
“ Kita diinstruksikan untuk siaga di lapangan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, sementara ruas jalan Bukittinggi-Matur via Sianok ditutup, karena kejadian tersebut, “ ungkap Alek Youhendri.

Menyikapi kondisi itu, Asisten I Sekab.Agam Rahman, yang langsung berkoordinasi dengan jajaran BPBD Agam dan tim gabungan penanggulangan bencana kabupaten Agam, menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, dan menghindari kawasan yang rawan termasuk ruas jalan Ngarai Sianok khusunya di titik yang terban.
Jajaran terbaik dalam penanganan kebencanaan, sudah diinstruksikan pihaknya untuk bersiaga dan langsung ke lokasi dampak berdampak untuk mengantisipasi dampak terhadap masyarakat, “ sesuai instruksi pimpinan, antisipasi dampak terhadap masyarakat menjadi prioritas,” sebut Rahman.
HARMEN
