Lubukbasung,kaba12 — Warga Lubukbasung resah menyusul semakin menjalarnya wabah Demam Berdarah Dengue (DBD) di beberapa kawasan sejak beberapa waktu belakangan.
Informasi yang diperoleh kaba12, saat ini warga di kompleks perumahan belakang DPRD Agam diresahkan dengan makin berkembangnya kasus DBD di kompleks tersebut,bahkan sejak bulan Februari lalu, cukup banyak warga yang terjangkik.
Seperti disebutkan Dika, warga kompleks perumahan di belakang DPRD Agam, kasus demam berdarah terjadi beberapa bulan terakhir, dimana para penderita sudah menjalani perawatan di RSUD Lubukbasung, namun kasus DBD kembali muncul awal Maret lalu, ada lagi warga yang harus mendapat perawatan di rumah sakit.
Disebutkan Dika, sebelumnya warga sudah melaporkan kasus DBD itu pada petugas kesehatan dan tim Puskesmas Lubukbasung sudah mendatangi lokasi , “beberapa langkah penanganan sudah dilakukan, kami berharap kasus DBD bisa dipusus di kawasan ini, karena dikuatirkan dampak sangat luar biasa, “sebut warga tersebut.
Menanggapi makin meningkatnya kasus demam berdarah di Lubukbasung, termasuk di kompleks belakangan kantor DPRD Agam itu, dr.H.Hendri Rusdian, kepala Dinas Kesehatan Agam, membenarkan adanya kasus DBD tersebut.

Disebutkan,sesuai laporan tim Puskesmas Lubukbasung yang sudah mendatangi lokasi, dan sudah melakukan beberapa langkah penanganan untuk antisipasi.
Dijelaskan, kasus DBD di kompleks perumahan belakang DPRD Agam itu, terakhir bulan Februari dengan pasien sebanyak 3 orang dan kasus baru bulan Maret sebanyak 1 orang, dan sudah dilakukan penanganan medis, termasuk upaya antisipasi berkembangnya kasus itu di lapangan.
” Sudah dilakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh tim Puskesmas Lubukbasung, selanjutnya dilakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) oleh masyarakat melalui gotong royong. Saat ini, Puskesmas sedang koordinasi dengan Nagari untuk persiapan melakukan fogging, kita akan pantau khusus perkembangan penanganannya, “tegas Hendri Rusdian.
Ditambahkan Hendri Rusdian, selain di kompleks perumahan belakang DPRD Agam, pihaknya sudah mengintruksikan jajarannya untuk memantau seluruh wilayah terkait adanya potensi penyakit DBD atau potensi penyakit lain, yang membahayakan masyarakat,dan harus dilakukan upaya antisipasi segera.
(HARMEN)
