Kaba Agam

Warga Nyatakan Sikap , Tolak Jalan Tol Melewati Nagari Kubang Putiah

Posted on

Lubukbasung,kaba12 — Setelah cukup lama menjadi polemic, warga Nagari Kubang Putiah, Kecamatan Banuhampu, Kabupaten Agam, nyatakan sikap tegas pada pemerintah menolak rencana pembangunan jalan tol Padang Bukittinggi Seksi Sicincin-Bukittinggi yang melewati wilayah Kanagarian Kubang Putiah.

Sikap tegas warga itu disampaikan dalam surat penolakan resmi tertanggal 13 Juli 2026, yang ditandatangani berbagai unsur penting dalam Nagari Kubang Putiah, diantaranya Ketua KAN Siswandi Dt.Maleka, Candiak Pandai Magdavera St.Bagindo, Alim Ulama Noviandi St.Tanameh, ninik mamak Gusmal Dt.Bajangguik Ameh, Pemuda -Pemudi Gendra St.Batuah dan unsur Bundo Kanduang Evi Yetni.

Sudah penolakan resmi itu, disampaikan pada Bupati Agam, yang ditembuskan pada Presiden RI, Menteri PUPR,camat Banuhampu dan Walinagari Kubang itu ,diantar langsung para tokoh masyarakat Nagari Kubang Putiah pada Bupati Agam di Lubukbasung yang diterima Asisten III Sekab.Agam Syatria, S,Sos,Msi di ruang kerjanya, Selasa, (14/7/2026).

Kepada wartawan, termasuk kaba12, para tokoh masyarakat seperti disampaikan Magdavera, Gusmal Dt.Bajangguik Ameh, Noviandi St.Tanameh, Hendra St.Batuah Ryan St.Bandaro dan tokoh lainnya, surat pernyataan itu merupakan wujud penolakan warga Nagari Kubang Putiah, terhadap rencana pembangunan jalan tol yang saat ini masih terus mengapung ke permukaan.

Dijelaskan Magdavera, hingga saat ini, rencana resmi pembangunan jalan tol yang digadang-gadang akan melewati Nagari Kubang Putiah itu, masih belum jelas. Namun, sesuai informasi lapangan, pergerakan untuk proses pengukuran dan upaya lain di lapangan justru sudah dilakukan oleh pihak-pihak tertentu.

Bahkan, wacana pembangunan jalan tol Padang Bukittinggi Seksi Sicincin-Bukittinggi itu sudah lama mengapung, namun warga masih belum diinformasikan, walau sesungguhnya sejak awal, masyarakat menyatakan menolak dengan berbagai pertimbangan, karena dampak destruktif yang sistemik terhadap ruang hidup, ruang adar,ruang ekonomi, ruang sosial dan lingkungan hidup masyarakat Kubang Putiah.

Ditambahkan Magdavera,dasar pertimbangan warga, terutama hilangnya eksistensi kampung dan sejarah ruang hidup, karena banyaknya lahan dan pemukiman warga, bahkan 1 jorong akan hilang karena ruas jalan rute sesuai peta satelit yang beredar akan membelah wilayah Nagari Kubang Putiah.

Kemudian, kepunahan kaum masyarakat adat karena eksistensi kaum adalah keberadaan tanah ulayat yang akan hilang akibat pembangunan jalan tol itu, hilangnya fasilitas sosial, hilangnya identitas masyarakat, musnahnya lahan pertanian, timbulnya dampak multi dimensi secara sosial dan budaya, da berbagai latar belakang lain yang meneguhkan sikap warga untuk menolak rencana pembangunan jalan tol ruas Padang Bukittinggi tersebut.

“Rencana pembangunan jalan tol itu, juga berpotensi melanggar berbagai konstitusi dalam negara termasuk aturan tentang nagari .Kami saat ini dalam usaha menjaga kearifan nagari dengan menjaga sekuat tenaga untuk tidak memperjualbelikan tanah pusako tinggi untuk tujuan komersial dan berbagai aspek lain. Sikap seluruh warga tegas, menolak rencana jalan tol, “tegas Magdavera yang mantan walinagari Kubang Putiah itu lagi.

Dilain pihak, para tokoh masyarakat Nagari Kubang Putiah yang ditemui di kantor Bupati Agam itu, juga menyebut, warga Nagari Kubang Putiah sangat mendukung kemajuan pembangunan, termasuk keberadaan jalan tol di Sumatera Barat, “tapi, kami menolak jalan tol melewati nagari kami, “tegas Mak Adang Gusmal Dt.Bajangguik Ameh mengulas.

Wacana tentang pembangunan jalan tol Padang Bukittinggi seksi Sicincin-Bukittinggi yang mencuat sejak lama itu, memicu perdebatan ditengah warga, namun sikap masyarakat Nagari Kubang Putiah yang menolak jalan tol melewati wilayah nagari tersebut, menjadi perhatian nasional.

Seperti informasi yang diperoleh kaba12, Bupati Agam Beni Warlis bersama unsur terkait di Pemprov. Sumbar menggelar pertemuan khusus di ruang rapat Kejati Sumbar di Padang, membahas masalah penolakan warga Nagari Kubang Putiah itu, Selasa, (14/7/2026).

Bahkan di beberapa media sosial, diperoleh informasi penolakan warga Kubang Putiah itu direspon, dan jalur jalan tol yang direncanakan akan dibangun, tidak akan melewati wilayah Nagari Kubang Putiah. Namun, informasi resmi terkait dengan hal itu masih belum diperoleh dari pemerintah.

(HARMEN)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Buktikan kemanusiaan Anda: 4   +   4   =  

Populer

Exit mobile version