Warga Bersyukur, Aliran Sungai Batang Kurambik Dinormalisasi Sepanjang 1,5 KM

Koto Gadang, KABA12 — Masyarakat Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang VI Koto, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam menyambut baik dengan terlaksananya pengerjaan normalisasi aliran Sungai Batang Kurambik untuk mengatasi pendangkalan dan mengantisipasi bencana banjir.

Pengerjaan normalisasi aliran sungai tersebut dilakukan pasca kejadian bencana banjir bandang yang melanda wilayah Kurambik, Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang VI Koto pada Selasa (28/3) lalu. Peristiwa itu terjadi akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga mengakibatkan meluapnya aliran sungai Batang Kurambik.

Salah seorang warga setempat, Silmahendi merespon positif atas gerak cepat yang dilakukan Pemkab Agam dalam penanganan pasca banjir dengan normalisasi aliran sungai.

“Kami tentunya bersyukur sekali dengan adanya normalisasi sungai yang dilakukan Pemkab Agam, karena ini memang telah menjadi impian warga sejak lama dan sekarang baru terwujud,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (3/4).

Menurutnya, kegiatan normalisasi aliran sungai Batang Kurambik sudah sangat perlu dilakukan untuk mengatasi pendangkalan, kelancaran aliran air, dan mencegah terjadinya banjir.

“Normalisasi dengan menggunakan alat berat dinilai sudah sangat efektif, dan diharapkan aliran air sungai bisa semakin lancar sehingga bencana banjir bandang tidak terjadi lagi,” katanya.

Sementara itu, Anggota Pusdalops BPBD Agam, Hari mengatakan, pengerjaan normalisasi aliran sungai Batang Kurambik dilakukan dengan mengerahkan satu unit alat berat Dinas PUTR Agam. Normalisasi itu akan dilakukan sepanjang 1,5 kilometer dan ditargetkan tuntas dalam waktu beberapa hari kedepan.

“Sekarang sudah masuk hari kedua pengerjaan normalisasi. Rencananya akan dilakukan sepanjang 1,5 kilometer ke arah hilir yang berbatasan dengan jembatan darurat di jalan raya,” katanya.

Sebelumnya bencana banjir bandang melanda wilayah Kurambik, Jorong Baruah, Nagari Koto Gadang VI Koto sebanyak dua kali kejadian yakni pada Selasa (28/3) dan Kamis (30/3) lalu. Bencana itu terjadi akibat tingginya intensitas curah hujan yang melanda.

Akibatnya sebanyak 11 unit rumah warga setempat dilaporkan terendam banjir yang membawa material lumpur, dan bebatuan. Bahkan 2 unit sepeda motor hanyut terbawa banjir.

Selain itu, sekitar 1 hektar lahan pertanian masyarakat juga rusak akibat banjir karena dipenuhi oleh lumpur berpasir dan bebatuan.

(Bryan)

0Shares