Kaba Pemko Bukittinggi

Wali Kota Wisuda 478 Peserta Sekolah Keluarga Angkatan IV

Bukittinggi, KABA12.com — Sebanyak 478 orang peserta sekolah keluarga se-Kota Bukittinggi Angkatan IV tahun 2022, diwisuda oleh Wali Kota Bukittinggi. Wisuda ini dilaksanakan di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi, Senin (12/12).

Kegiatan wisuda ditandai dengan pemasangan salempang wisuda sekolah keluarga dan penyerahan piagam penghargaan oleh Wali Kota Bukittingi kepada 24 orang peserta lulusan terbaik perwakilan dari masing masing masing kelurahan, yang tersebar di 3 Kecamatan se-Kota Bukittinggi.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kota Bukittinggi, Tati Yasmarni, mengatakan, peserta sekolah keluarga yang diwisuda pada angkatan IV ini adalah sebanyak 478 orang dari 3 kecamatan yang ada di Kota Bukittinggi.

Dengan rincian 118 lulusan dari Kecamatan Guguk Panjang, 193 lulusan dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan (MKS), 140 lulusan dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB), dan 28 lulusan dari Organisasi Wanita.

“Sejak dimulai pada 2018 sampai dengan 2022, sekolah keluarga telah terlaksana sebanyak IV Angkatan, sudah membina 1.789 orang peserta, dan sudah menghasilkan lulusan sebanyak 1.407 orang, termasuk diantaranya 478 orang yang diwisuda pada angkatan IV ini,” ujar Tati Yasmarni.

Ia menyebutkan, perjalanan sekolah keluarga pada angkatan IV ini diwarnai dengan adanya keikutsertaan dari organisasi wanita, serta meningkatnya jumlah peserta sekolah keluarga dari kaum laki laki.

Khusus untuk Kelurahan Aur Kuning Kecamatan ABTB, peserta sekolah keluarga semuanya laki laki dengan jumlah 15 orang. Selain itu, juga terdapat 3 orang lagi peserta laki laki di beberapa kelurahan, seperti di Campago Ipuah, Kubu Gulai Banncah, dan Puhun Tembok.

“Kedepan kita harapkan keterlibatan kaum laki laki dalam sekolah keluarga akan meningkat lagi, karena ketahanan sebuah keluarga tidak lepas dari peran kaum laki laki atau peran ayah,” ujar Tati.

Ia menambahkan, wisuda sekolah keluarga bertujuan untuk melantik atau mengukuhkan secara khusus peserta yang telah menamatkan pembelajaran di sekolah keluarga.

Penetapan peserta yang lulus berdasarkan hasil seleksi dengan mempertimbangkan tingkat kehadiran minimal 80 persen dari 16 kali pertemuan, atau pertimbangan lain yang bisa meluluskan peserta.

“Setelah pelaksanaan wisuda ini, kita harapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan kepada diri sendiri, keluarga, dan lingkungan. Menjadi motivator bagi calon perserta lain dan bisa menjadi contoh tauladan dilingkungan sekitar, serta dapat berperan aktif dalam upaya peningkatan kwalitas keluarga di Kota Bukittinggi,” tutur Tati Yasmarni.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, kegiatan wisuda sekolah keluarga ini adalah wadah atau instrumen yang dibuat pemerintah untuk memberikan edukasi secara formal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Bukittinggi. Melalui sekolah keluarga, peserta diberikan materi materi yang lengkap, khususnya materi tentang delapan fungsi keluarga.

Delapan fungsi keluarga itu kata Erman Safar yakni fungsi agama, fungsi sosial budaya, fungsi cinta kasih sayang, fungsi perlindungan, fungsi reproduksi, fungsi sosial pendidikan, fungsi ekonomi dan fungsi pelestarian lingkungan.

“Sekolah keluarga menjadi program yang sangat efektif untuk menciptakan ketahanan keluarga. Melalui sekolah keluarga diharapkan dapat membangun keluarga kecil bahagia, sejahtera, berkualitas dan mandiri,” ujarnya.

Bagi peserta yang telah dinyatakan lulus ucap Erman Safar, diharapkan dapat berubah ke arah yang lebih baik dalam mewujudkan ketahanan keluarga. Sebab, peserta yang diwisuda ini adalah orang orang yang dalam bagian satu keluarganya lebih baik secara pengetahuan, wawasan dan kesadaran terhadap lingkungan, sekaligus memiliki kecintaan terhadap keluarga.

(Harmen/*)

To Top