Bukittinggi, KABA12.com — Wakil Jaksa Agung RI, DR. Arminsyah membuka secara resmi pacu kuda Bukittinggi Wisata Derby tahun 2018 di Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Ambacang Bukittinggi-Agam, Sabtu (31/03).
Alek nagari ini juga dihadiri Wamen ESDM, Kapolda Sumbar, Kajati Sumbar, Kajati Bangkal Belitung, anggota DPR RI, Mulyadi, Ade Rizki Pratama, sejumlah Bupati dan Walikota se Sumatera Barat, Wakil Walikota, sekda, unsur Forkopimda, anggota DPRD Sumbar, anggota DPRD Bukittinggi serta ratusan perantau dari Jakarta dan dipadati ribuan warga Bukittinggi Agam sekitarnya.
Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menyampaikan, pacu kuda Bukittinggi Wisata Derby tahun 2018 ini, selain merupakan alek nagari, juga kegiatan kalender Pordasi Sumatera Barat Tahun Pacuan (Seizon) 2017 – 2018. Pacu kuda kali ini diikuti 82 ekor kuda dari bebagai Provinsi di Sumatera. Diantaranya dari Riau, Sumatera Utara dan Aceh serta kabupaten kota se Sumatera Barat.
“Pacuan kuda merupakan olah raga peninggalan nenek moyang kita. Bahkan, Bukik Ambacang, merupakan galanggang nomor 2 tertua di Indonesia yang dibangun tahun 1889. Kebanggaan bagi pemda atas kedatangan tamu istimewa pada pacuan kuda ini. Semoga gairah olahraga berkuda semakin meningkat dan olahraga berkuda di Sumbar bisa mendominasi di tingkat Nasional,” ungkap Ramlan yang baru saja terpilih menjadi ketua Pordasi Sumbar.
Wakil Jaksa Agung RI, DR. Arminsyah mengapresiasi pelaksanaan pacu kuda Bukittinggi Wisata Derby tahun 2018 ini. Pacuan kuda dari dulunya diselenggarakan secara gratis untuk menghibur warga.
“Pacu kuda dari dulunya murni hiburan warga dan dilaksanakan secara gratis untuk warga. Ini sesuai sejarah kenapa dilaksanakannya olahraga pacuan kuda ini. Pelaksanaan di Bukittinggi sudah sesuai sejarah. Semoga kedepan dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pada penonton, selamat menikmati pacuan kuda di Bukik Ambacang ini,” ujarnya.
Dalam pacuan kuda kali ini, kuda milik Wakil Jaksa Agung RI, DR. Arminsyah, Puti Situmbuak turun di kelas derby 1700 meter. Selain itu, Kamang Chrome, yang merupakan kuda kebanggaan Bukittinggi yang telah juara nasional tahun 2017 lalu, juga turun di kelas 1800 meter. Alhasil, kuda milik Kapolda Sumbar ini kembali mendominasi dan menjadi juara di kelasnya.
Pacu kuda yang dilaksanakan pada hari pertama, sebanyak 11 race dan hari kedua besok, akan diperlombakan sebanyak 12 race.
(Ophik)
