Kaba Agam

Vaksinasi di SDN 19 Pasir Tinggi, Partisipasi Tinggi-Tim Medis Kurang

Bawan, kaba12.com — Setelah sebelumnya mendapat penolakan dari banyak orangtua murid, akhirnya kegiatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun di SDN 19 Pasir Tinggi, Jorong Anak Aia Kasiang, Nagari Bawan, kecamatan Ampek Nagari, Senin, (14/2) justru banjir peserta.

Di SDN 19 Pasir Tinggi tersebut, tercatat sebanyak 538 orang murid yang akan mengikuti vaksinasi anak usia 6-11 tahun, dimana sepanjang Senin ini, tercatat sebanyak 238 orang murid kelas 1,2 dan 3 dan berlanjut Selasa, (15/2) untuk 250 murid kelas 4, 5 dan 6.

Dari total 538 orang murid di sekolah dasar itu, tercatat sebanyak 95 orang anak tidak mendapat izin untuk mengikuti vaksinasi, dan kemungkian jumlah tersebut menyusut setelah dilakukan sosialisasi dan penjelasan pada orangtua dan walimurid.

Hal itu dijelaskan Roza Syefridienti, camat Ampek Nagari kepada kaba12.com, kegiatan vaksinasi Senin, (14/2) di SDN 19 Pasir Tinggi, sebelumnya banyak mendapat penolakan dari orangtua murid, namun setelah dilakukan pendekatan dan penjelasan, orangtua murid yang sebelumnya menolak, sudah mengizinkan anak-anak untuk menjalani vaksinasi covid-19 itu.

Disebutkan Camat Ampek Nagari, sesuai laporan dari tim medis yang bertugas sebagai vaksinator dalam kegiatan vaksinasi di SDN 19 Pasir Tinggi tersebut, berkaca pada kegiatan vaksinasi Senin, tim pelaksana lapangan justru kewalahan karena kurangnya tim medis dalam membantu proses vaksinasi.

Bahkan, dari pagi hingga sore, terjadi penumpukan karena jumlah murid yang akan divaksin bersama orangtuanya sehingga antrian yang terjadi cukup panjang, menyebabkan siswa dan orangtua murid kelelahan.

“ Kita sudah laporkan, dan meminta penambahan personil medis sebagai tenaga vaksinator dan tim pendukung, agar kegiatan vaksinasi di sekolah tersebut bisa berlangsung cepat dan lancar, “ sebut Roza Syefridienti lagi.

Kegiatan vaksinasi anak usia 6-11 tahun yang digelar di wilayah kecamatan Ampek Nagari, mendapat perhatian serius dari masyarakat, dibuktikan dalam kegiatan vaksinasi, para orang tua murid langsung mendampingi anak-anaknya saat vaksinasi, sehingga terjadi antrian dan penumpukan, karena kurangnya petugas yang melayani.

HARMEN

To Top