Lubukbasung,kaba12 — Unsur terkait dalam tanggap darurat bencana Kabupaten Agam terus memperbaiki data terkait dampak bencana banjir bandang lahar hujan Gunung Marapi yang terjadi Sabtu, (11/5) lalu.
Selain data jumlah korban meninggal yang mencapai 24 orang, saat ini proses pendataan terhadap warga terdampak termasuk para pengungsi masih terus dilakukan. Pergerakan data masih fluktuatif, mengingat saat ini tim pendata masih bergerak di lapangan.
Lonjakan data terakhir, terjadi di data pengungsi terdampak, yang sebelumnya tercatat sebanyak 257 orang, saat ini tercatat sebanyak 709 orang, dengan waktu penambahan 12 jam tersebut, Minggu.(26/5) kemarin.

Data yang dilansir BPBD Agam, seperti disebutkan Budi Perwira Negara, Kalak BPBD Agam dalam update data dampak bencana banjir bandang, terjadi perubahan data jumlah pengungsi yang mencapai 709 orang, setelah sebelumnya dilaporkan mencapai 257 orang masing-masing 100 orang di kecamatan Canduang, 121 di Kecamatan Sungaipua, 11 orang di kecamatan Banuhamp u dan 25 orang di kecamatan IV Koto.
Saat ini, sesuai update data dari pemerintah kecamatan dan nagari, terjadi penambahan dengan total pengungsi mencapai 709 orang masing-masing di Kecamatan Canduang sebanyak 447 orang, Kecamatan Sungaipua 121 orang, Kecamatan Banuhampu 11 orang dan Kecamatan Ampek Angkek 105 orang.

“Penambahan jumlah pengungsi ini berdasarkan update dari kecamatan. Sebelumnya hanya terdata di Kecamatan Sungai Pua dan Candung. Untuk Candung sebelumnya juga hanya data pengungsi yang di SD 08 Kubang Duo Koto Panjang. Kita akan terus update perubahan data tersebut, ” katanya.

Disisi lain, Budi menyebutkan, tim pendata masih terus melakukan aktivitas di lapangan, termasuk jumlah pengungsi, termasuk mengungsi mandiri, termasuk data pengungsi IV Koto, Banuhampu dan Ampek Angkek,” kita akan terus informasikan perkembangan data, “ jelas Budi Perwira Negara.
(HARMEN)
