Lubuk Basung,kaba12 — Peristiwa sejarah perjuangan Bangsa Indonesia, termasuk masyarakat Kabupaten Agam dalam mengusir penjajah Belanda dan Jepang, menjadi bukti otentik tentang tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap daerah.
Bukti sejarah itu, menjadi kekuatan bagi semua elemen yang di kabupaten Agam dalam mendorong terwujudnya cita-cita perjuangan yang terpatri di sanubari para pejuang dan pahlawan bangsa ini, untuk menjadikan Kabupaten Agam lebih maju dan masyarakatnya lebih sejahtera.
Hal itu diungkap Dr.Andri warman, Bupati Agam saat memimpin upacara puncak peringatan HUT ke-115 Perang Manggopoh di kompleks Taman Makam Pahlawan Siti Manggopoh di Balai Satu, Nagari Manggopoh, Kamis, (15/6).

Dalam moment bersamaan, juga diperingati 115 tahun Perang Kamang, yang dimeriahkan dengan berbagai kegiatan oleh warga di Nagari Nagari Kamang Tangah Anam Suku, Kecamatan Kamang Magek.
Ditambahkan Bupati Agam, saat ini masyarakat Kabupaten Agam hidup dalam masa kemerdekaan dengan beragam tantangan yang mesti dihadapi dan dilaksanakan bersama, untuk merealisasikan cita-cita perjuangan yang mendasar perlawanan yang dilakukan para pahlawan Perang Manggopoh dan Perang Kamang dalam mengusir penjajah, yakni kabupaten Agam terbebas dari belenggu penjajah dan masyarakatnya sejahtera.
Menjawab cita-cita para pejuang dan pahlawan itu, sebut Andri warman seluruh elemen masyarakat harus betul-betul berperan aktif sesuai bidang masing-masing, bahkan peristiwa Perang Manggopoh memberikan pelajaran, bagaimana merajut kebersamaan tanpa memandang latar belakang dan perbedaan.

“Peristiwa ini rujukan dalam menjalin kebersamaan dan kesatuan segenap lapisan masyarakat. Para Pahlawan Perang Manggopoh ini bersatu memperjuangkan satu cita-cita yaitu, harga diri bangsa,“ ujarnya.
Essensi Perang Manggopoh harus terus dipelihara dan diwariskan dari generasi ke generasi, salah satunya adalah memperingatinya setiap tahun, karena peringatan Perang Manggopoh mesti dijadikan sebagai titik balik untuk memaknai nilai dan semangat para pejuang tersebut.
Puncak Peringatan Perang Manggopoh ke-115 dihadiri unsur Forkopimda Agam, para tokoh ninik mamak, masyarakat, Walinagari Manggopoh Ridwan Dt.Tumbijo, dan berbagai ormas pemuda yang memenuji areal kompleks Makam Siti Manggopoh. Setelah, Kamis,(15/6) dini hari juga digelar malam renungan suci di lokasi yang sama,dihadiri bupati Agam Dr.Andri warman.
-HARMEN-
