Tutup TOT Tunanetra, Camat Tak Bisa Bicara Banyak, Ricky Eka Putra : Mereka Luar Biasa

Lubukbasung,kaba12 — Camat Lubukbasung Ricky Eka Putra, mengaku tidak bisa bicara banyak saat mewakili Bupati Agam menutup training of trainer (TOT) guru mengaji tunanetra di Panti Asuhan Putra Muhammadiyah, Padang Baru,Lubukbasung Kamis,(22/8).

Perasaan haru, bangga, sedih dan malu bercampur baur dalam hati camat Lubukbasung itu, apalagi saat menyaksikan kegiatan yang diikuti dengan serius oleh kawan netra dari berbagai wilayah di Kabupaten Agam, termasuk saat mendengar lantunan syahdu ayat-ayat suci Al-Quran yang dibacakan.

“ Saya merasa malu pada diri saya sendiri. Mereka menggugah nurani saya, mereka luar biasa, saya bangga bisa membaur bersama mereka, “ ungkap Camat Lubukbasung itu dengan nada gagap, usai menutup acara tersebut.

Ricky Eka Putra itu, kepada kaba12 menceritakan gugupnya saat diminta mewakili Bupati Agam yang sebelumnya sudah membuka acara TOT guru Alquran Braille yang digelar selama 3 hari di panti asuhan putra tersebut, bahkan sosok pemimpin masa depan Agam itu, mengaku baru kali ini perasaannya bercampur aduk saat berhadap dengan sosok-sosok yang disebutnya sebagai warga luar biasa.

“ Saya banyak mengambil hikmah dari mereka. Semoga apa yang mereka lakukan, dengan kegigihan, semangat bahkan contoh yang diberikan pada kita semua, bisa menjadi teladan yang dipraktekkan dalam aktivitas harian terutama dalam menjalankan kegiatan ibadah dan mengaji, “ ungkapnya masih dengan nada terbata-bata.

Pertama di Indonesia
TOT guru Al-Quran Braille yang sengaja digelar Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) Sumatera Barat yang untuk Kabupaten Agam diikuti 23 peserta yang berasal dari berbagai kecamatan, dengan mendatangkan pelatih khusus Nur Khairul Rizal dari Yayasan Raudattul Makfufin Tanggerang, Banten, dihadiri Ketua Yayasan Urunan Kebaikan Surabaya Jawa Timur Gusti Muhammad Hamdan, yang mengaku salut atas tingginya perhatian Bupati Agam Dr.Andri warman terhadap para kawan netra di daerah ini.

Bahkan secara khusus Gusti Muhammad Hamban, mengaku sepanjang aktivitasnya melakukan pembinaan dan pelatihan Al-Quran Braile di Indonesia, baru di kabupaten Agam, kegiatan yang langsung dibuka Bupati, bahkan seluruh fasilitas disediakan, termasuk konsumsi, uang saku dari BAZNas bahkan digelar dengan protokoler khusus, “ ini kebanggaan yang akan kami sampaikan di seluruh Indonesia, ini motivasi bagi kami, “ungkapnya.

(HARMEN)

0Shares