Lubukbasung, KABA12.com — Tradisi unik yang dilakukan masyarakat di Silayang, Jorong IV Parik Parik Panjang, Nagari Lubukbasung, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam dalam penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban.
Sebelum disembelih, hewan kurban terlebih dahulu diarak masyarakat ke lokasi penyembelihan dengan menjujung jamba yang dibawa oleh peserta qurban, isi jambanya antara lain, nasi kuning, lepat inti, bedak lengkap dengan cermin, sisir, kain, dan wewangian.
Sampai di lokasi penyembelihan, hewan qurban seperti sapi dan kambing diberi makan, didandani dan dipasangkan kain putih sebagai pakaian.
Dijelaskan Imam Nagari Silayang, Darmansyah, Sabtu (1/8), perlakuan terhadap hewan qurban yang disembelih itu sebagai pemaknaan dari bentuk kasih sayang Nabi Ibrahim kepada anaknya Nabi Ismail.
“Karena itu anak satu- satunya, tentu kasih sayang ibu dan bapak tercurah kepadanya. Untuk itulah diberi kasih sayang, dengan cara diberi pakaian, diberi bedak, dan disisir,” ujarnya
Sementara itu, ninik mamak Silayang, Anto Dt. Basa mengatakan, tradisi tersebut sudah berlangsung sejak ratusan tahun silam, yang hingga kini terus dipertahankan.
Menurutnya, hewan qurban seperti sapi dan kambing didandani langsung oleh peserta qurban. Hal tersebut bermaksud untuk menunjukan kesabaran, keikhlasan dan pengorbanan, agar hewan yang dikurbankan menjadi bersih.
Dikatakan, selesai pemotongan bagi yang berkurban disarankan melakukan shalat sunat dua rakaat.
“Hal demikian sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki sepanjang tahun,” ulasnya
Untuk menyiratkan bentuk kebersamaan yang terjalin di antara masyarakat, tambahnya, setelah pemotongan hewan kurban dilakukan, juga dilangsungkan prosesi makan bersama.
(Virgo/*)
